Hujan, ingatkan aku akan satu masa.

Senin di akhir april..

Terbit dan tenggelamnya sang surya ditemani oleh hujan yang membawa pesan akan satu masa..

Aku adalah salah satu insan yang menggemarimu wahai hujan. Engkau (hujan) mengingatkan aku aka satu masa, ketika sabda airmu jatuh ke bumi. Memori pun ikut jatuh dalam kalbu yang iri terhadap peristiwa yang dulu pernah terjadi.

Hujan kusetujui sebagai berkah dan keindahan yang tersampaikan melalui memori. Kunikmati rasanya kebersamaan dengan rintikmu saat aku berada dalam sebuah bus yang membawaku pulag ke rumah. Menatapmu (hujan) dari jendela yang kusam dan berembun. Seolah engkau (hujan) memang ingin sekali menyentuh apapun yang kau harus jatuhi dengan sabda airmu.

Namun entah apakah engkau yang salah saat kata ‘banjir’ muncul dipermukaan otak manusia. Engkau akan disalahkan karena telah membuat repot kami, kami akan bilang “yaah, hujan. basah jadinya semua”

Padahal engkau hanya sabda air yang menuruti perintah TuhanMu yang menjadikanmu. Sedangkan kami adalah makhluk paling sempurna yang memiliki akal yang bernalar dan rasa yang luar biasa. Dan kami pun dapat berbuat apa saja. termasuk memfitnahmu menyusahkan kami dengan ‘banjir’.

Entahlah siapa yang menjadikanmu sabda air sebagai banjir. Ya, mungkin aku. Maka aku akan menjadikan mu sabda air yang mengaliri diriku dengan kesucian wudhu. Menjadikanmu oase kehidupan disaat pikiranku gersang karena kehausan. Menjadikanmu teman bagi tanaman dan hewan.

Karena aku juga kekasihmu. (rahmatan lil alamin)

 

~qitbiya ilhami~rain me

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s