MENUNGGU ITU NIKMAT

Sudah jam 08.00 pagi. Kuliah sudah dimulai. Tapi angkut yang kunaiki saat itu belum juga “move on”. Apa coba yang dirasakan kalian kalau dua jam dianglot yang ga bergerak?? Gelisah karena ini dipastikan telaaaaat..! Ternyata di depan ada kecelakaan truk. Siap-siap gempuran sms ke teman-teman dan sms dosen. Kalau mau alibi seharusnya kami tidak telat. Karena sudah berangkat jam setengah enam. Tapi sesuatu yang biasanya kini tidak biasa.  Pernah mengalami??

Terkadang orang lain menganggap kita yang malas, yah itu kan dimata manusia. Manusia memang terbatas pengetahuannya, wajar suatu peristiwa tidak akan dimaklumi ketika kita berada pada situasi yang berbeda. Semoga bisa dipahami. Namun, ini tetap sebuah kesalahan kalau telat.

Tapi bukan itu fokusnya, di Jakarta dan sekitarnya kemacetan menjadikan kita sebagai “penunggu” jalan. Da menunggu itu identik dengan membuang-buang waktu. Beberapa kali dan seringnya menjadi penunggu membuat diri ini berpikir bahwa “MENUNGGU ITU NIKMAT”. Karena saya seorang muslim saya berpikir bahwa Allah menakdirkan kita menunggu karena Allah sangat rindu. Rindu karena kita terlalu sibuk dengan urusan dan aktivitas kita yang padat. Bahkan pada sepertiga malam pun sulit bercengkerama dalam doa, karena kelelahan kita.

Allah Swt membuat kita menunggu karena mungkin “RINDU DZIKIR KITA”, rindu tilawah kita, rindu saat kita meluangkan waktu untuk sekedar membaca. Suatu ketika berpikir seperti ini, saat itu pula jadi bersyukur karena diberi waktu menunggu. Jadi bisa berpikir, atau membaca, atau tilawah atau dzikir. Di perjalanan saja bisa menghabiskan waktu sampai dua jam. Kalau sambil al matsuratan (dzikir pagi petangnya rasulullah), ga akan sia-sia waktu. Pas sampai di rumash bisa mengerjakan yang lain.

Terkadang justru waktu luag yang mencelakakan, jujur.. kalau dirumah karena sudah nyaman dengan keluarga, tempat, nonton tv, dsb. Al ma’tsurat bisa saja “bye bye” alias ga dibaca. Pun sama Al Quraan juga, kalau dirumah godaan semakin berat, kalau dijalan kita pasti boseb nunggu maka melakukan sesuatu akan sangat membantu. Memang sms juga salah satunya, atau fb an dijalan. Tapi semoga tidak selalu. Sekarang sudah ada aplikasi al quraan digital. Jadi kalau yang belum pede buka al quraan di jalan/angkut. Bisa gunakan aplikasi tsb.

Ini bukan sok gaya-gayan atau sok sholeh/sholehah. Banyak yang bilang terlalu islami. Jangan salah, kalau dicermati seberapa sering kita melakukan hal-hal tersebut, terkadang waktu kita hanya diisi oleh aktivitas keseharian seperti sekolah dan sebagainya. Mana islaminya, saya aja masih suka dengerin msuki apalagi CN blue, (wah, ngaku saya). Wajar aja, kalau diri ini menyempatkan buat hal-hal yang Allah sangat anjurkan (ibadah sunnah, dsb). Lagian, memang saya muslim/muslimah, masa ga mau dibilang islami. Hati-hati dengan istilah terlalu islami atau agamis kalau mersa tersindir, iman bisa dipertanyakan. Kalau ga mau dibilang islami. Emangnya mau dibilang syait*ni. (woaaa… sorry la yaw).

Kalau yang ngaku anak gaul harusnya senang dan bangga, coz baik banget prasagka mereka. (dalam hati kan gue bandel banget, ga tau aja tuh orang riwayat keislamian ini).

Jadi MENUNGGU ITU NIKMAT, ini rahasia ya…ssst…

(Allah lagi kangen sama kamu, kalau dikasih waktu nunggu, pengen kamu inget Allah swt,

Jadi coba bales rasa kangen Allah dengan mengingatNya)

Semoga waktu menunggumu berkah dan waktu kita tidak sia-sia, kalau memang sudah telat, tya sudahlah (kaya bondan n fade to black). Hindari mengkhawatirkan yang belum terjadi. Contoh : khawatir dimarahin dosen, disuruh keluar kelas, dsb pas telat.

Ya terima aja, tapi saat kamu menunggu, kamu belum dimarahin kan?!. Ga ada dosen di situ. Jadi tenang aja. Coba pahami dan rasakan sendiri. Kalimat ini tidak cukup untuk memberikan sensasi menunggu yang nikmat dan tenang serta bermanfaat sebelum dirasakan sendiri.

SELAMAT MENUNGGU.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s