Ucapan Ramadhan untuk diriku

 

Beberapa hari yang lalu, di sepertiga malam, aku berada di luar rumah. Langit sangat cerah malam itu. Ah, tidak..! langit memang selalu cerah. Kau akan tahu nanti maksudku. Ketika menengadahkan wajahmu ke angkasa, wow..!! butiran bintang memaksa matamu untuk melihatnya berlama-lama. Bagi orang biasa kebahagiaan pasti terasa. Belum tentu bagi orang yang sedih.

Bagaimanapun bintang sudah dijadikan indah untuk memandangnya. Beberapa detik pandanganku tak terlepas dari taburan kedipa cahaya itu. Tiba-tiba…

Ada titik cahaya yag bejalan, apaaa?!! Ada bintang yang berjalan…!! Hey…!! Mataku apa sedang berfantasi..?? kuusap mataku berkali-kali, ku betulkan kacamataku yang mungkin memngaburkan pandanganku. Tapi, kutatap lekat-lekat titik kecil itu..!

Dan kusadari itu meteor…!!! Alhamdulillah. Apa kamu pernah melihatnya?

Ini kesekian kalinya di sepertiga malam yang kusempatkan untuk memandang angkasa, ya memang kebiasaanku menatap langit yang kelam dan berkedip karena bintang itu. Aku menyadari itu meteor satelah beberapa tahun lalu aku pernah membaca kalau meteor itu memang selalu ingin mendekati bumi. Maksudnya fitrah mereka memang jatuh, ada yang sampai ke bumi,ada yang habis sebelum sampai ke bumi.. Namun tak semua bisa dilihat dan terlihat.

Karena aku seorang muslim, aku selalu ingat surat al buruuj, yang artinya gugusan bintang, dan beberapa surat lainnya. Ini hobiku untuk memandang langit malam, semoga aku mendapatkan keutamaan lebih dari bintang itu, yaitu cahaya yang terlihat oleh Allah dari bumi. Karena ibadah malam kami.  Do’a kami, semoga kau jadikan setiap malam kami untuk shalat tahajud.

Aku malu pada masa lalu yang pada saat itu usiaku, masih dalam masa pend. SD kudapati dalam cerita ayah ibu dan memoriku aku tak lepas dari shalat tahajud dalam beberapa bulan. Tapi kini, usia yang sudah dewasa dan menanggung dosa, malamku sekelam malam, sunyi dan sepi tanpa suara keributan air yang jatuh untuk berwudhu pada sepertiga malam. Itu masa lalu yang tak akan pernah kembali dan tak bisa dibanggakan…

Pada sya’ban ini kuniatkan dan kutekadkan, tak ada malam yang kulewati tanpa menyungkurkan jiwa dan jasad ini untuk Allah. Ini sebuah impian semoga berlanjut dan harus kubaca setiap aku terlalu jauh dalam istirahaat di duniaku.

Dan semoga saja bisa kutemui ‘aurora’ ilahiah dalam sepertiga malam disujud hinaku  itu. Dan setiapa malam yang terlewati tanpa tahajud, harus diganjar dengan ibadah yang dua kali lipatnya. Dan semoga hati ini selalu sedih dan bersalah karena menghilangkan kesempatan emas tahajud itu. Jadikanlah, hati ini bersalah seperti terdakwa ya rabb..!

Ucapan ramadhan untuk diriku, yaa ini untuk diri yag sudah mengecewakan dirinya, keluarga, teman, dan semua makhluk dunia. Sedikit ‘lebay’ memang. Tapi, hei..!wahai diriku??! Memang apa yang kau perbuat. Kelalaian justru sudah memperlihatkan hasilnya padaku. Kingatkan ini bukan menegur kamu, tapi aku.

Ucapan ramadhan ini yang paling baik untuk mengingatkan diriku. Tak pantas mata dimanjakan keindahan langit oleh kedipan bintang, karena jiwa ini hampir saja hilang dan lantang kepada Allah swt.

Tulisan ini bukan untuk dibaca oleh seorang manusia dunia, tapi untuk jiwa dan diri ini yang masih menghela nafas karena dunia.

Sekali lagi , hai diriku…!! Kumohon tahajudlah. Untuk Allah dan dirimu sendiri. Dan jangan hiraukan yang lain.

Ucapan ramadhanku.

Lokasi diri : diantara masjid dan perpustakaan, dan diantara kesalahan, lalai dan tanggung jawab.

Tolong ingatkan ucapan dan impian ramadhanku ini, teman..

14 syaban 1433 H.

 

_021_

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s