Frase hidup jumalang

Kamase Masea.. kamase masea..kamase masea*..

dua kata ini selalu dibanggakan jumalang kepadaku.. kata yang memang sulit ditemukan saat ku bergelut di kota-kota besar..

perempuan tua itu melihat sesosok tubuh, berjubah siluet fajar ditengah lelapnya matahari..

berjalan dan mengendap-endap di antara semak belukar yang keras, licin dan basah.. bak tembok beratus tahun lamanya..

jumalang bergegas pergi menuju desa seberang.. jalannya jauh, tekadnya sedekat nadinya.., waktunya lama dan menyiksa namun senikmat manfaatnya.” jumalang..jumalang..usiamu sudah 12 tahun” lirih perempuan tua dengan gurat kulitnya yang mengatakan usianya sudah hampir senja.. sementara aku memperhatikannya..

desa kajang dalam, alam permai dengan seperangkat hukum adat yang mengikat bagi warga desa setempat..

baca, tulis.. ah apa itu? bagi mereka itu tabu dan bisu..

aktivitas desa kajang dalam berternak, bertani, menggembala, buruk kasar,dan sebagainya.. hampir tidak menggunakan “nalar”

maaf jumalang ..! desamu kian permai tapi akal manusia-manusia ini lalai, terpendam bak fosil yang harus ditemukan..

itupun jikalau ada yang menggali jumalang..!

pagi ini kau mengejar buruan itu lagi jumalang.. betapa naifnya engkau, membiarkan kebebsanmu, tapi kau ikat kuat keinginanmu untuk tahu dan bertanya..

apakah engkau tersiksa saat tanda tanya itu meyapa? tapi tak ada yang bisa kau ubah dari tanda tanya itu..

sia-sia bertanya.. tak ada yang bisa menjawabnya selain.. kata ” biarkan saja..!” atau ” kamase masea” yang digumamkannya..

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s