Pragmatisme akal, melemahkan mental

manusia tanpa berpikir mendalam, bagaikan waktu yang tak bergerak. berpikir memang satu kata yang ambigu. berpikir bisa kapan saja, tentang apa saja dan dimana saja.

tapi, berpikir tentang apa dan respon berpikir serta hasilnyalah yang menentukan aktivitas berpikir itu bermakna atau sia-sia belaka.

banyak orang yang berpikir namun tidak bermakna, tentang apa biasanya manusia berpikir pun bisa jadi masalah. dan berpikir menjadi hal yang semu dan hampa. manusia mudah berpikir tentang khayalan apa saja dari mulai nol sampai milyaran, dari positif sampai terminal negatif, dari mimpi jadi nyata.

tapi bagaimana jika manusia dihadapkan oleh masalah ? dan rantai kata teka-teki yang sulit dipahami, bahkan ujaran yang telah diungkapkan seseorang, apa nalarnya digunakan? dilahapnya kata-kata itu oleh dua telinga saja atau,,

Akal hanya sebagai pragmatisme kehidupan tanpa makna..

manusia melahap segala informasi yang bukan hasil pemikirannya dengan “nikmat”. ia tidak meninfiltrasi apakah informasi itu benar atau salah, atau belum terbukti.. atau…

bahkan apa kandungan makna yang dimaknai di dalamnya.

 

to be continued..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s