sastra jingga

malam memang selalu barkata “aku hitam” namun jika ia bicara.. karena bagiku malam terang, sebuah titik terang..

sebelum malam bertemu pagi ia akan bertutur aku menjadi membiru dan biru.. tapi ia juga abu-abu?!

jika sang putih tertutupi debu, lalu ?! pagi bisa menangis kala itu,,

saat pagi bertemu sore…

saat itulah sang selimut bumi selaras dengan surya yang mati karena pergi..

dan pikiran akan mulai membedah diri ini..

hingga menyerupai sastra jingga di langit yang kutemui..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s