sambal maknyuss, teyus?

siapa yang ga suka bakso?! apalagi ditambah saus dan atau sambal.

wah menggoda. saya penikmat sambal, maklum ada darah padang. meski rada-rada ga danta gitu minangnye, kebawe betawi <— tuh kan -_-

sambal itu enak banget, hidup tanpa sambel? bagi saya… hampar. *hampa dan hambar. (ga gini juga kalii =_=).

tapi rasa sambal yang pedas dan nikmat itu kini menjadi musuh besar, tiap lambung dan sambal bertemu mereka ‘berperang’ di medan perut. dan taulah, d-i-a-r-i-e menjadi sisa-sisa peperangan mereka. hadeuh.

dan saya sudah hampir dan kena radang lambung. (*ciee yang ditemenin radang, gebetan baru nih. #plakk)

yah, karena radang lambung yang emang baru kenalan itulah. saya jadi ga bisa aktivitas dengan baik dan benar. wah, kalau satu orga terganggu, sangat mempengaruhi yang lainnya. benar ga?

akibatnya, ga disangka, saya memenangkan nobel ke kamar mandi terbanyak versi majalah eR-Te. horee..! dan menyebabkan terkapar yang ruarrr biasa, seperti korban bencana alam lainnya.

bahan-bahannya : ga nafsu makan sepiring, trus beberapa gram obat (terpaksa), seteguk kehausan tiap rebusan sakit perut, plus pegel sebagai penghias hidangannya. *nikmatilah hidangang sakitnya. (alhamdulillah, bergguran dosa, insya Allah)

hati-hati kalau ‘kenalan’ ya..! :0

jadi, tolong ingatkan saya. harus MOVE ON sama sambal. semoga ada pengganti sambal yang lain. *eh

tapi ntar dulu deh,ada satu hal yang unik bin ajaib, ga tau ya.. kalau sambal buatan ibu, hukum d-i-a-r-i-e ga berlaku. entah kenapa. *alhamdulillah yah. sesuatu. 🙂

SELAMAT MAKAN..! BACA DO’A.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s