Syukur, Mutiara Sakit

sakit , bagai melihat ibumu terbelit.

sakit, laksana menghirup nikmat kebahagiaan orang dengan hambar.bahkan pahit.

sakit, bak bongkahan es yang terpanggang panas.

sakit, layaknya puisi yang tak terurai makna.

senyum, canda, bahagia, tawa, bagai hidangan dari plastik!

aku setuju . tak perlu sedu sedan itu. tinggalkan sakit dalam kesunyian doa.

kunjungi aku saat aku terlalai dalam ibadah.

tinggalkan aku saat , kelemahan menyergapku, aku yakin Allah bersamaku.

fisik ini bukan sakit tapi dosaku yang begitu sakit, bak kotoran yang menempel dibajuku. dibersihkan! sekarang. jangan berkata.

tenanglah, karena fisiku sedang tertidur dari dosa. kumohon, diamlah dalam doa.

tak perlu kata, tak perlu ucapan, kunjungi aku saat aku lalai. itulah sakitku.

biarkan kerang fisiknya tertutup, racikan syukur berproses jadi mutiara.

syukur, menjadikan mutiara dalam sakit.

tirai pamit terselubung untukku.

maaf semesta, kini aku berada di batas waktu.

waktu kembali, atau waktu pergi.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s