dzulhijjah, sahabat ramadhan yang terlupakan.

selasa,16 oktober 2012

maghrib nanti pertanda, dzulhijjah datang dengan keanggunan faedahnya.

bertahun-tahun menjadi seorang muslim/muslimah. namun dzulhiijah, bagai teman (ramadhan) yang terlupakan. keistimewaan dzulhijjah seolah tertutup oleh maknawai perayaan idul fitri yang begitu wah. yang setelahnya seolah tak ada perayaan teristimewa selain idul fitri.

entah karena begitu lelahnya berpuasa selama sebulan, lalu merayakan kelelahan dengan kesenangan. atau entah karena saya belum mendapatkan keutamaan ramadhan. sehingga dzulhijjah seolah menjadi tawanan ‘labelling’ perayaan hanya bagi yang berhaji saja. menjadi hal yang begitu asing bagi yang tak berhaji. masya Allah. irhamna ya rabb.

Dzulhijjah merupakan bulan yang ‘mengumpulkan’ induk-induk ibadah. shalat, puasa, qurban (zakat terbesar), haji. subhanallah.

Rasulullah bersabda :

مَا مِنْ أَيَّامٍ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ أَنْ يُتَعَبَّدَ لَهُ فِيهَا مِنْ عَشْرِ ذِى الْحِجَّةِ يَعْدِلُ صِيَامُ كُلِّ يَوْمٍ مِنْهَا بِصِيَامِ سَنَةٍ وَقِيَامُ كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْهَا بِقِيَامِ لَيْلَةِ الْقَدْرِ
Tidak ada hari-hari yang lebih disukai Allah untuk digunakan beribadah sebagaimana halnya hari-hari sepuluh Dzulhijjah. Berpuasa pada siang harinya sama dengan berpuasa selama satu tahun dan shalat pada malam harinya sama nilainya dengan mengerjakan shalat pada malam lailatul qadar. (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Baihaqi)

faedah (keutamaan) dzulhijjah, menjadi sebuah pengingatan kembali terhadap ramadhan, ia bagaikan sahabat ramadhan. namun bak orang pendiam namun bersahaja, dzulhijjah tak  men’senior’kan diri atau pun merasa lebih istimewa dari ramadhan.

inilah pelajaran keistimewaan dari tiap bulan hijriyah. begitupun dengan manusia, punya ciri khas, keunikan dan keistimewaan diri. terlepas dari kekurangan dan kelebihannya.

maka “TAQWA” lah yang menjadi pembeda dari semua keistimewaan.

mari menyambut dzulhijjah..!

menjadi sahabat terdekat ramadhan dan syuhadanya ramadhan dengan menggapai keutamaan dzulhijjah.

~jadikanlah kami (muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat) syuhada ramadhan. syuhadanya apabila kami membawa panji ramadhan dalam sebelas bulan setelahnya, lalu mati dalam keadaan rindu ramadhan~

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s