ingin terbang

sampai juga pada kata “ingin terbang”, ini bukan sekedar terbang dengan pesawat terbang, atau paralayang atau bergantungan. haaahaa. 😀

ingin terbang dari hal-hal yang biasa, menjadi tak biasa, lalu luar biasa.

ingin terbang dari hal-hal yang disukai lalu diacuhkan dan berganti.

ingin terbang dari  sabang sampai merauke. 🙂

benar perkataan dari salah satu tokoh, kalau cita-cita itu setinggi langit. maka ga mungkin kita tidak terbang untuk menggapainya.

yup, kalau masih di bumi, ya ga nyampe-nyampe tuh gapai langit. makanya “ingin terbang”.. ayo terbang. (baca:usaha).

pernah ga ketemu sama anak-anak kecil yang ngamen? jadi tukang nagihin ongkos? atau jualan? hmm, gimana tuh rasanya dihadapkan fenomena itu…. ??

di tol cakung itu ada anak kecil usianya delapan tahun menggendong adiknya yang masih berusia satu tahun, pakaiannya kumuh dan lusuh. dibawah terik matahari mereka sedang tertawa. hei..! jam sebelas siang sekarang ini matahari makin eksis aja sinarnya, ya kan? ngapain mereka duduk di sebidang tanah yang dipagari besi alih-alih berwarna hijau.

saat itu pergi emang lagi ga bertujuan, haha. saya suka petualang sendiri ke tempat-tempat baru. meski istilah ‘kesasar’ jadi menu perjalanan. biarlah. (capeknya..)

refleks, mau main sama dua anak itu..! pengen di ‘benahi’ tuh dua anak, ngajak pergi mereka, dan mandiin. tapi, mana orang tuanya? aah, biarlah.

apa coba respon orang, lagi ditengah jalan. kamu turun, terus nyamperin dua anak? yup, aneh dan jadi ….

pusat fokus beberapa pasang mata, mungkin dikira mau nyulik, atau nih orang ngapain sih, ada reality show apa? hmmm… (mungkin)

sekarang itu kalau bersikap baik sama orang dikira aneh dan risih, iya ga sih? contohnya nih..

saya camkan betul ajaran untuk menyapa orang-orang yang kita lewati atau minimal senyum, atau bilang permisi. apalagi kalau sedang ke daerah lain, yang bukan tempat tinggal. sopan itu…

perlu untuk dilakukan, tapi ketika saya dengan beberapa teman, sikap tersebut dirasa tak ‘pas’ lagi untuk kondisi sekarang apalagi di jakarta, paling dicuekin, dan capek juga harus bilang permisi, dsb. (ooh, gitu ya?…)

walhasil, sikap saya ini aneh, dan minimal harus dikurangi, pikirnya gitu.

eeh, tidak hanya sikap permisi saja yang aneh, sekarang kalau menolong orang pun aneh, kalau ga ada ‘sponsor’nya loh. hahaa.

yang dibantu malah tanya-tanya dan merasa aneh katanya. ngapain bantu de? -_-

nah, ada lagi pernah ga ngadepin sampah di depan mata kamu yang indah itu, lantas…

biasanya, lewatin aja.

suatu ketika, pergi dengan adik , tiba-tiba ada yang menyapa kaki kami yaitu ‘harta’ bekas, alias sampah. refleks, saya ambil. adik bilang  ‘ih malu-maluin aja biarin aja, kan bukan kita yang buang’. (………..). maklum gaul abiessz dia.

sekilas saya pun pernah juga, dengan adik angkatan di kampus, berjalan di pelataran masjid, memang kalau saya ambil sampah itu, yag disebelah ga enak katanya. hehe..

emang kenapa? khawatir dibilang ‘pemulung’? kalau yang nyampah kita..

gimana….

semoga kita termasuk yang ingin terbang dari sikap yang sudah biasa, jadi tidak biasanya, dan menjadi luar biasa. dan kamulah karya..

yang luar biasa yang katanya dilangit itu, cita-citamu sikapmu…

ingin terbang

jangan lupa ‘landing’ juga ya… :9

SALAM TERBANG..! Dan maaf kata-katanya ada yang terbang ke hati. 🙂 (mungkin)

 

Iklan

3 thoughts on “ingin terbang

  1. analisis dari kata terbang disini, cukup bagus. sy sepakat.

    Tapi pembahasannya selanjutnya saya ga sepakat tuh..mav ya. Terkait budaya menyapa, perasaan aneh itu justru terasa karena masing-masing dari kebanyakan orang sering malu untuk memulai menyapa atau dalam perasaan masing-masing udh dipenuhi rasa rasa takut-takut yang gazebo gtu dah. Padahal kalu udh nyapa itu rasanya seneng banget loh, ilang semua tuh rasa-rasa yang ditakuti.

    tapi sya tetep sepakat ko. sepakat untuk berbeda pendapat..he

  2. Ping-balik: Data Aset Wisata Samarinda | makanenak.info

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s