iPad hidupku.

iPad hidupku.

Oleh : Qitbiya Ilhami

بسم الله الرحمن الرحيم

Menalar dengan pikiran dan menakar dengan nurani maka inspirasi bagiku adalah sebuah harta kata, yang membutuhkan ruh makna agar menjadi sebuah rujukan, teladan, ataupun penunjuk. Karena Inspirasi mampu menyentuh kekuatan hati dan pikiran, sebabnya ia berpijak pada sebuah kenyataan dalam kefanaan yang berseliweran.

Muslimah bagiku sebuah kanvas yang sudah terbingkai, namun didalamnya sudah ada sketsa , hitam putih. Artinya Allah sudah memberikan modal dan model. Modal disini adalah raga, hati, dan akal. Sedangkan model ialah wanita-wanita yang tertulis dalam Al Qur’an.

Modal dan model, yang kusebutkan di atas masih verbalis, maka aku pun butuh sentuhan langsung yang dilihat mata dan didengar telinga. Mungkin banyak orang sepertiku yang membutuhkan sosok inpiratif yang ‘up to date’ dalam hidup kita.

***

Muslimah yang menginspirasi dalam ‘kantor’ akal dan hati adalah ibu, karena ibu menunjukkanku arah, mengajakku mendengarkan kata hati, memunculkan hikmah, dan memdidikku menjadi ‘ilham’. Karena nama belakangku ilhami, aku berusaha menjadi ilham bagi orang sekitar, karena nama adalah doa, hal ini sering kudengar dari orang. Semoga Allah meridhoi.

Awalnya aku tidak menyadari, ibuku adalah software inspirasiku.

Ya, tiap hari ibu meng’install’ku dengan berbagai cerita barunya, setiap aktivitas yang ia jalani, ia jadikan mata pelajaran hari ini. Ada saja kisah unik yang ibu ceritakan pada kami, jika tak mengalami langsung ibu berceloteh layaknya pembawa berita. Mengabarkan berita terhangat dan populer hari ini.

Lalu ibu minta ditanggapi, kadang bertanya. Ya, ibu tak segan bertanya pada anak-anaknya, ia layaknya ibu pembelajar. Meski ibu tak menyenyam pendidikan tinggi, tak menyurutkan semangatnya untuk memberi ‘pelajaran’, seolah tak mau  kalah dari pengajar formal kami. Subhanallah ibu..

Pelajaran syukur yang ibu berikan, ia contohkan dalam bahasa tubuhnya yang begitu indah, yaitu memberi saat keadaan kami sangat sempit. Ketika kami sangat menyukai makanan tertentu yang dibuatkan ibu, beliau malah memberikannya pada saudara dan tetangga.

Kami kesal, makanan itu sangat kami senangi, tapi apa katanya..

“Jangan berlebihan menyukai sesuatu, memberikan hal yang paling disenangi memang berat, tapi lebih lezat dari makanan ini”

Selalu ada hikmah dari sikap ibu. Bahkan software baru diinstallnya lagi ke dalam benak kami. Ketika memberikan pelajaran sabar dan bekerja.

Ibu bercerita ia dibilang seperti ‘sayur’ dan tidak tegas. Karena ibu tidak mengharuskan kami mencuci baju, pekerjaan yang memang melelahkan tangan. Anak-anaknya memang jarang dirumah tatkala akhir pekan, sehingga ibu meng’handle’ tugas itu.

Namun, suatu hal yang luar biasa terucap dari untaian kata yang bernada dari bibirnya. “bagilah ibu ladang pahala juga, kalian aktif diluar rumah, berapa banyak pekerjaan yang kalian lakukan..”

Ibu mengangggap ia hanya dirumah, hanya menncuci, dan pekerjaan rumah biasa. Hanya bu? Ibu tak mau diam dan hanya nonton televisi lalu tidur dan makan. Ibu tidak mau tak bekerja, ibu ingin punya ladang pahala juga…

Ibu..

Di saat orang tua marah ketika anaknya tidak mencuci bajunya, ibu malah melihat itu ladang amalnya. Subhanallah Ibu…

Kami pun terkadang akhirnya mengerjakan pekerjaan rumah dengan diam-diam. Karena kalau ada ibu, pasti kami disuruhnya mengerjakan hal lain, belajar atau baca buku.

Materi ajar sabar ia sembunyikan dalam sikapnya ketika anaknya sakit. Saat sakit biasanya akan ada sikap pemanjaan dari orang tua, khusunya bunda. Tapi beda dengan ibu, ibu malah mendiamkan kami, bersikap acuh. Padahal anaknya meng’kode’kan meminta perhatian dan pelukannya. Tapi ibu lanjut pada pekerjaannya.

Maksud ibu kepada kami ialah tak usah mengeluh dalam sakit, tak usah mengumumkan sakit, sakit itu anugerah penguguran dosa, jadi hindari rintihan.

Dan kau tahu, ibu lebih senang ketika kami sakit, mengadu kepada Allah swt. Dan membiarkan kami dimanjakan oleh Allah. Bukan ibu. Kesabaran dalam sakit dengan menyedikitkan keluhan, aduan , dan rintihan kepada manusia akan membukakan pintu-pintu kelapangan urusan.

Ibu bagai teknologi tercanggih sepanjang masa, ia adalah inspirasi pendidikan, ia  e-Book  yang bertuliskan hikmah kehidupan, dengan sinyal iman dan kasih sayang. Ia dilengkapi fitur yang berbeda dan bermanfaat sepajang masa.

Itulah Ibu, iPad hidupku.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s