dari Pecahan KATCA

coba saja kalau senyum dicelupkan

pada lautan pelangi.

sabda air mulai getir

terpelintir rayuan amatir.

menyulam debu diantara batu.

pikirmu apa?

gaung sekali, gemuruh berkali.

jarak menjauh, nurani mendayuh

ke tepian yang teduh.

 

kesekian detik

menyombongkan angkuhnya pisau detak

semburat pilu, menggebu ditabuh

gaduh, ricuh, duh aduh..

mengeluh..

ganggu

 

simalakama jadi canda

pilih atau ragu

menjadi abu atau dungu

hakim tiga pedang

menunggu

pluit ditiup

hidup tertutup.

 

tutupnya hidup

dari redupnya waktu yang gugup

hidup di dunia yang semuanya hidup.

 

hidup yang matinya hidup, hidupnya mati.

dari PECAHAN KATCA.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s