memoriku : impian orang tua

setiap manusia sadar maupun tidak, diucapkan atau disembunyikan. niscaya ia memiliki impian.

sudah menjadi hal yang sangat biasa memang, jika impian itu akan dijadikan kenyataan oleh dirinya sendiri dengan semangat yang mengebu bagai gendang  ditabuh.

tapi, impian bagiku adalah memori…

dari sebuah titah nurani yang tanpa disadari adalah impian orang tuaku, khusunya ibu. apa yang mereka katakan, keinginan, baik hal kecil maupun besar adalah sebuah memoriku.

tanpa sadar aku berusaha mewujudkannya. lebih tepatnya mengusahakannya. meski hanya sebuah impian ingin makan ini dan itu, meski hanya sebuah guraun dengan pandangan yang panjang. meski hanya sebuah rayuan pijatan dari anaknya. sungguh luar biasa jikalau hati terpaut pada mereka.

dan meski untuk sebuah impian besar yang tak bisa kudatangi waktunya..

tak perlu sebuah anggukan atau persetujuan. bahkan kata ‘ya, baiklah’. pun tak bisa terucap. selalu saja diam. lalu..
kun fayakun. dari ridho Allahlah aku berusaha untuk menyajikan impian-impian mungil mereka.  betapa sebuah kenikmatan, seperti surga…

aku tak tahu surga itu betapa nikmat dan indahnya, yang kutahu kenikmatan ibadah sungguh luar biasa salah satunya berbakti pada orang tua, membuat jejak-jejak keridhoan yang tiada tara. bahkan seharusnya tak bisa terungkap. kenikmatan ibadah yang luar biasa, selamanya tak akan terungkapan, bagaikan surga bukan.. maha suci Allah.

memang jika mendapatkan impian selanjutnya buat apa?

manusia katanya, selama di dunia, ada rasa ketidak puasan. kalau sudah ada motor, mau mobil, kalau sudah ada mobil? mau apalagi..

dan untuk apakah impian yang tercapai (nikmat) itu?

apakah impian dari sahabat -sahabat rasulullah dahulu, bahkan impian rasulullah?

apakah keliling dunia, seperti yang selama ini diidamkan manusia?

atau terkenal dan menikmati kemewahan dengan cuma-cuma?

jika pun kita mendapatkan itu? buat apa? semoga bisa bermanfaat bagi lainnya.

maka..

catatan imipian seorang manusia yang tercatat di lauh mahfuzh hari ini dan tergelatak diantara pena-pena ilahi, melalui sebuah rekayasa duniawi untuk dibaca kembali.

ternyata sungguh tak bisa dirangkaikan disini. waktu membisikkan nanti.

sebuah impian qitbiya ilhami. untuk al fatih selanjutnya.

memoriku dari impian orang tua.

orang tua yang begitu jauh jaraknya, begitu dirindukan.

Rasulullah yang menjelma menjadi bayangan dalam setiap guratan wajah ibu dan ayah.

 

 

Iklan

One thought on “memoriku : impian orang tua

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s