ketika perkataan langit menyentuh bumi.

ketika perkataan langit menyentuh bumi
hadirlah muslim sejati.
yang dikatakan sebaik-baik umat…
ialah muslim sejati.
sungguh seorang muslim sejati yang menggenggam komitmennya, ia berusaha keras menyembunyikan apa yang dirasakannya berat pun sesuatu yang menguncangkan langkahnya.hati-hati terhadap sesuatu yang disenangi lalu berlebihan mengungkapkannya.
dan jaga izzah diri ketika tanpa sadar menyatakan keluh kesah.

ini pun cobaan bagi seorang muslim ,dalam dunia sosial media. apabila hati lebih senang ketika tweet kita di ReTweet atau difavorit bahkan sangat gembira ketika banyak orang yang me -like status di facebook.Daripada meneruskan hafalan al-quraan satu ayat saja atau me-RT ilmu yang didapatkan, memfavoritkan Rasulullah sebagai teladan dan me-like setiap kebaikan yang dilakukan orang.

dan sungguh masa usaha pengerjaan ini sungguh sulit, berhati-hati dalam pikiran , perkataan serta sikap sungguh sulit, apakah esok masih bisa?
dan sungguh kehati-hatian memang ciri orang yang bertaqwa.

yakinilah perkataan yang baik dari seorang muslim bukan berasal dari dirinya, jika sampai kau meningat Allah itu lebih baik. daripada siapa yang mengatakannya.sungguh muslim sejati tak akan menyakiti makhluk hidup satu pun di muka bumi.

tak ada ruginya jika shalat taubat setiap hari. karena sungguh aku melakukan kesalahan dan dosa setiap hari apalagi dosa yang dilakukan hati.

betapa seorang muslim sejati tak mengkhawatirkan apapun yang berurusan tentang dunianya, ia tak kecewa apabila tak banyak orang yang hadir dalam agenda yang dibuatnya.
ia gembira ketika orang menggunjingnya dan membicarakan kesalahannya, karena ia tahu bahwa ia memang salah, dan pasti ada salah serta dosa.
kenapa harus marah jika dibicarakan kesalahan yang memang saya salah?
silahkan dan maafkan saya.
pun tidak khawatir terhadap takdirnya, terhadap pernikahan, rezeki, gelar, popularitas. apapun yang manusia berkomentar, ini harus sekarang atau nanti, kamu orang hebat atau sebagai orang biasa.
karena siapapun muslim itu, jika ia muslim sejati, ia akan tahu posisi dan tetap berkontribusi.
muslim sejati tak mengeraskan dan melantangkan suara di depan umum yang belum tentu mereka harus menerimanya.
tak jua ia begitu membuka apa yang dirasakannya terkait hatinya.
tak jua ia berlemah lembut hanya untuk mencari simpati.
sungguh ia sangat penyayang namun tak mengumbar hatinya untuk disayang
tak jua ia menorehkan muka masam sesama insan.
ia menjalin komunikasi tak hanya sesama muslim. ia tahu takdir yang tertuang dan memahami bahwa ” bagimu agamamu dan bagiku agamaku”
apakah semua manusia akan menjadi muslim ditangan hamba seperti kita? dan sungguh ayat inipun membuktikan ada perbedaan bukan untuk dijauhkan namun didekatkan untuk kebermanfaatan.
untuk apa jua Allah mengajarkan simbiosis mutualisme dalam ilmu biologi? jikalau memang ada makna dan sikap dari ilmu tersebut.
karena SAYA MEYAKINI ALLAH SWT, bahwa segala sesuatunya harus bergantung padaNya, harus berawal dan berakhir padaNya.
sekali lagi tak ada ruginya jikalau shalat taubat setiap hari, bahkan jika jelas-jelas baru saja melakukan kesalahan.
dan sungguh ibadah memang makanan ruhiyah, apabila tidak mengisinya dengan rabbaniyah maka ruhiyah itu akan sakit bahkan mati. karena ia tak bisa diisi selain ibadah. pilihannya hanya hidup atau mati.
jika ruhiyah mati, maka pikiran (akal) akan mendominasi dan saat itu apa yang kaudapatkan didunia, segala logika dunia, akan menjadi Tuhan-tuhan persepsi.
dan sungguh ruhiyah mengajak pada jasmani yang lebih baik, pikiranmu akan berlogika tanpa kau berolahraga, kau hanya berbicara perkataan yang ksosng tentaang muslim, ada bagian yang kau lupakan. kemudian pikiran pun mengajak hati agar menjadi MUSLIM SEJATI.
ORANG YANG SEIMBANG.
mengetahui porsi ruhiyahnya (ibadah), jasadiyahnya(raganya), dan fikriyahnya (akalnya).
mengetahui bahwa cita-cita dunia adalah untuk akhirat, segala cita-citanya menembus langit, dan semoga itu langit surga. tak ada ruginya meyakini akhirat atau surga. meskipun tak ada. tak ada ruginya meyakini.
jika tidak meyakini, ialah yang celaka, jika akhirat memang sungguh ada, ia melewatkan kesempatannya. lalu dimanakah ia dalam ketidak yakinannya, jika akhirat ada? ada dimana orang-orang tersebut?
ia sangat tahu situasi dan kondisi, seorang muslimsejati seyogyanya mengedapkan kata serius. serius dalam keseriusan, pun serius dalam bercanda. artinya meski bercanda, candanya tak ada dusta. lihatlah orang yang bercanda namun tak dipercaya dalam porsi-porsi seriusnya.
betapa muslim sejati sangat berhati-hati, karena itulah ciri taqwa. yakinilah kata-kata sejati bukan berasal dari manusia pribadi. jika memang meyakini segala yang baik bersumber dari Allah. yakinilah ketika kau membaca semakin yakin kau kan Allah. sungguh jangan bersimpati pada orangnya. celakalah saya.
bayangkan jikalau saat itu sahabat Rasulullah meyakini perkataan (wahyu Allah) berasal dari diri Rasulullah…
perkataan yang baik dan benar itu dari Allah..
ia terselip lalu terurai disaat bagian ruhanimu begitu dekat dengan Allah.
ini adalah sebuah pengalaman yang tentang genggaman Allah dalam dien ISLAM padaku. sungguh aku bergantung padaNya , merasakan bahwa sedikit aku meninggalkannya, aku tak tentu arah.
ini pun syukur dan tanda, bahwa aku tak bisa jauh, dan aku sudah tergantung padaNya.
dan begitu banyak pertolonga Allah dalam kecepatan cahaya-Nya yang sampai padaku.
DSC_000124hari ini mungkin akhir tahun tapi bisa jadi justru akhir masa hidup saya.
الحمدلله الذى بنعمته تتمّ الصّالحات و الحمدلله على كلّ حال

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s