eksistensi perasaan berlogika, logika berperasaan.

apa yang manusia lakukan…

ketika berada pada kondisi senang? berada bersama teman atau perasaan yang membuat jantung manusia berdebar?

atau manusia dihadapkan dan diperdengarkan pada sebuah berita yang menyatakan keprihatinan? bahkan sebuah perasaan yang menyayat dengan membaca atau menyimak sebuah kabar?

apa yang terjadi dengan logika (akal/pikiran/nalar) ketika perasaan marah, prihatin, empati terekspresikan pada mimik muka atau perkataan yang dinyatakan dengan kata ‘refleks/spontan’?

dan apa yang terjadi dengan perasaan ketika logika mengarahkan manusia untuk memecahkan masalah?

perasaan identik dengan tidak berlogika

dan logika berversus dengan perasaan.

namun apa yang terjadi dengan logika dan perasaan , atau perasaan dengan logika ketika keduanya tersubstitusi atau keduanya ‘dikawin silangkan’ . apakah fenotif dan genotif dari logika dan perasaan?

kedalamanan keluasan teori dalam suatu ilmu belum mampu meluaskan makna kata dari “fenomena” versusnya logika dan perasaan.

nyatanya…

ada sebuah gejala khusus pada manusia. dan sangat menarik minat saya untuk menjadikan ‘cemilan’ pengkajian kehidupan manusia dalam pengejearan waktu dalam hidup ini..

akan saya lanjutkan…

marilah bertanya pada diri dahulu..

menunggu untuk tahu.

silahkan tunggu.

mungkin ini akan menjadi teori.

eksisitensi perasaan berlogika dan logika berperasaan. blog woe

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s