Mutiara Taqwa dalam kerang fitnah.

Bismillahirahmanirahim

Mendengar suatu berita fitnah yang menyayat hati dan menimpa keluarga, seketika nuarani mengingat Rasulullah saw. karena siapa lagi yang pantas diteladani selain seseorang  yang akhir hayatnya pun menyebut nama kami, umatnya. masya Allah.

Suatu fitnah pernah menimpa istri rasulullah yakni aisyah ra, ketika aisyah tertinggal dari tandu yang membawanya karena mencari kalung yang diberikan Rasulullah. dan salah satu sahabat mengantar aisyah untuk menyusul. inilah yang menyulut fitnah. (shirah nabawiyah)

bagaimana Rasulullah menghadapi hal ini? pahamilah dan resapilah bahwa Rasulullah bersabar dengan tetap berusaha mengumpulkan bukti, namun ia pun tak membela aisyah ra, istrinya. Rasulullah sangat objektif, ini pun menjadi sebuah pelajaran bahwa rasa cinta itu memang tak boleh berlebihan.

Hindarilah tersulut emosi ketika menghadapi fitnah, ‘fashobrun jamiil..!” . dan tak pula Rasulullah menyalahkan, pun menerima sementara berita yang tak pelak menyebar . Bahkan abu bakar pun  mendiamkan aisyah putrinya, sampai kebenaran dari Allah datang menghampiri. subhanallah.

ada beberapa hikmah yang menjadi mata ajar keteladanan dalam menghadapi fitnah :

1. bahwa memang tak boleh ada cinta yang berlebih selain kepada Allah. maka tak ada pembelaan melebihi membela Allah dan Islam.

2. bahwa bersabar adalah sikap yang terbaik dalam menghadapi fitnah atau musibah, bukan sebuah pembelaan. hanya kesabaran.

3. sungguh orang-orang yang tersulut berita fitnah tentang aisyah dan orang-orang yang senang adalah bukti Allah menyaring siapa saja hambanya yang munafik, fasik, dan lemah dalam kesabarannya.

4. Rasulullah dan para sahabat tidak banyak berkomentar pun menanggapi fitnah tersebut, karena kesabaran mengarahkan beliau pada kehati-hatian dan itulah ciri taqwa.

5. sungguh dengan fitnah dakwah kepada Allah dan Islam tidak akan pernah surut atau pun terhenti. Maka tak ada ketakutan terhadap suatu makhluk melainkan kepada Allah swt. Maha suci Allah.

6. bahwa fitnah menjadi sebuah pelajaran besar bagi umat muslim. karena sikap terhadap menghadapi fitnah akan membuktikan siapa kita sebenarnya.

7. sungguh sekali lagi Allah mengingatkan janganlah berlebihan berkasih sayang atau mencintai sesuatu. sungguh tingakatan cinta terawal hanya untuk Allah. gantilah cinta berlebihan itu dengan kesabaran cinta yang tak diungkapkan dengan kata dan penyanjungan berlebihan terhadap manusia. meski ia orang tua bahkan istri atau suami.

8. sungguh menahan diri untuk tidak  menanggapi fitnah asiyah , karena Rasulullah dan para sahabat tahu hal itu kan semakin membuatnya gundah dan menenggelamkan pada kesedihan bahkan perbuatan yang sia-sia.Jika Rasulullah menanggapi/membela, berapa banyak waktu yang disia-siakannya dan akan menurunkan kredibilitasnya sebagagai pemimpin.

9. Rasulullah dan para sahabat menghindari kebencian, di hati seorang muslim sejati tiap malamya tak akan ia menyimpan dendam, maka sikap dan sifat objektif membawa keselamatan kepercayaan umat dari hal yang pribadi.

10. sebagai orang yag terfitnah aisyah pun menangis dan bersabar, ia adalah orang yang paling sakit, pun Rasulullah mengacuhkannya. namun ia pasrah jika peristiwa itu memang menyatakan asiyah bersalah maka siap menjalani hukuman Allah, sebagai ketaatan keputusan. dan jika berita itu tidak benar  maka nyatalah hari ini memang hal tersebut adalah pelajaran besar.

11. waspada atau berhato-hati sungguh sifat ketaqwaan. apapun yang dikerkan dan dikatakan berhati-hatilah.

untuk menjadi mutiara , lewatilah proses derita.

pun untuk menggapai tawqa, hadapi dan sikapilah salah satu fitnah dunia.

walahu’alam bishawab.

 

mutiara

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s