Skenario kematian

Skenario kematian

 

Di sebuah masjid saat matahari bersemangat bertahlil di kota makkah. Sembari menghafal surat terakhir yang kuhafal.

Menggengam Al Quraan dari seseorang yang memberikan kepercayaan dunia akhiratnya.

Atau di saat jihad, entah dalam masa ramadhan, pun menolong orang.

Beberapa bulan sebelumnya sebuah buku tentang fiqh itu sudah diterbitkan.

Orang tuaku tersenyum karena aku berusaha menjadikannya ‘raja dan ratu’ di surga.

Menuliskan wasiat untuk sahabat dan kerabat.

Pada masa transisi amanah.

Tak punya hutang sepeser pun.

Mempersaudarakan sahabatku yang belum saling mengenal.

Meminta maaf lahir batin kepada manusia yang kukenal pun tak kukenal sepekan sebelum berangkat dari ‘rumah’ dunia.

Sudah keliling Indonesia. Menuliskan rasa syukurku tentang negara yang sesungguhnya  istimewa.

Menghujamkan nasihat pada setiap anak (murid) yang kutemui. Bahwa kalian sungguh istimewa dan mampu melakukan sesuatu yang kecil namun berdampak besar.

Bersilaturahim ke setiap keluarga dan kerabat, nenek, saudara, teman serta guruku.

Menemui ramadhan terakhir dengan itikaf terbanyak selamat berada di rumah dunia.

Para sahabat dan kerabat akan datang untuk menemuiku di alamat dunia untuk menggoreskan doa pada hatinya dengan surat memo “ bertemu di restoran akhirat

Aku hanya pindah alamat..

Alamat yang Allah janjikan hanya bagi sang pembelajar karena selamanya manusia adalah hanya pembelajar bukan pengajar. meski banyak pahala, punya prestasi, berselandang jabatan, kekuasaan, kehebatan, kesholehan, pun ilmu

Akan kembali menjadi pembelajar, bahwa semua itu masih harus dipelajari karena SANG AHLI HANYA ALLAH.

Hanya keimanan dan rahmat Allah.

Ya rahmat Allah adalah izinNya.

Dan saat ini sedang meminta izin Allah untuk diterima menjadi tamunya di surga.

Semoga Allah membukakan pintu surgaNya

Untuk pengasong dunia.

Yang berpakaian kumuh karena dosa.

 

Tersenyumlah.

~Saat  ka’bah merekahkan rahmat dengan pelukan hujan dari Nya.481352_10150833425510095_264337011_n

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s