Narasi tanpa judul

sebuah kisah tanpa judul..
namun teruntai kata yang yang berlari menyusul..
menyusul waktu yang memandang langit untuk kemudian tersusul..
 
memori terakhir di bandara
antara senyum dan duka
sebuah memori kata
ditulisakan untuk mengurai nestapa
 
kafe bandara di kala senja
memeluk kami yang sedang bertata krama..
sepaket keluarga mengurai duka menjadi senyum serta tawa..
sementara waktu bersiap menghampirki kita..
untuk kemudian berpisah tanpa kata..
 
hanya memeluk dengan doa..
terima kasih untuk lembar memori pertama dan terakhir
di bandara
 
bersama sahabat, guru dan keluarga
baru..
dalam memori terakhir
yang lama tersimpan..
untuk kemudian menghilang..
plane
Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s