adzan hujan

Angin senantiasa bercanda
berlari kian kemari meski senja
gemulainya bak permaisuri dengan selendang sutera..
usilnya hingga menggelitik manusia
tatkala memeluh resah..
 
Tibalah iqamat angin hingga mengumpulkan debu
yang amat malu
merapihkan shaf awan
sampai tertawan iman..
hingga terbentanglah adzan..
 
adzan hujan…
bersama titipan rindu semesta Alam
sebuah pelukan
untuk sang penjaga keimanan
 
ragapun memaksa
menengadahkan wajah
yang diselipkan lelah
menikmati hangatnya hujan
dalam kebasahan iman..
yang tersirami kasih sayang ilahi
kini..
 
Hujan kau adalah pelukan
yang menghujamkan keberkahan bagi bumi
mematahkan kalimat manusia
antara langit dan bumi yang tak bisa bertemu..
karenamu kerinduan bumi akan langit bertemu..
dalam waktu yang penuh doa dan sabda airMu…
 
 
Segala puji bagimu Allah
memeluk dengan kerinduan dan kasih sayang
hingga setiap butiran hujan
meresapi tanah hati yang hampir mati…
kerena menahan rindu yang terpatri
sampai namaMU ditemui
pada singgasana keharuan ruh yang tak berarti
selain izinMu yang menghampiri.
 
hujan adalah panggilan
panggilan untuk orang yang beriman
hingga semesta pun tak berarti karena kau menawan..
menawan hati kami dengan adzan hujan..
 
 
“Allah, dialah yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang di kehendakinya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal: lalu kamu lihat  hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hambanya yang di kehendakinya, tiba-tiba mereka menjadi gembira.” (QS. Ar-Rum, (40):48)anak kecil rain
 
 
 
Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s