Satu tahun “dirumah” ini

masjid nagoyaJum’at, 3 MEI 2013

Satu tahun “dirumah ini”
kisah ini untuk saya, kamu, dan kalian semua yang mengenal pun yang membacanya.

Sungguh saya belum paham dan memang saya pun heran dengan diri pribadi. Jikalau remaja saat ini sangat senang beriringan dengan kata-kata yang menyenangkan, rayuan, perhatian dan hal bersistem cin*a. Hal itu bagi saya sungguh sulit. Namun saya tak boleh acuh karena sudah semakin menuju senja. Ya , kali ini saya paham satu hal tentang kasih sayang, perhatian, dan cin*a.

satu hal tersebut adalah rasa “syukur”, ya bentuk syukur pun harus dibuktikan dalam sebuah sikap. Sedangkan saya, percaya atau tidak saya sungguh kejam dalam hal yang satu ini. ya sebut saja perhatian dan yang mengalir pada kata tersebut. Saya dikirimi surat oleh seseorang yang dia rajin menulisnya tiga tahun lalu, bahkan memberikan langsung. Tapi, saya tak (benar-benar) membacanya. Ya, seperti membuka email pemebritahuan dari sosmed.

seharusnya tak seacuh itu…
maaf…

Kejamnya saya, bahkan disadari atau tidak, saya bermuka masam dan kesal, kalau “orang-orang itu menyapa” (astaghfirullah). Saya mengalami sebuah sindrom mengenai kata cin*a dan segala yang berteman dengan kata itu.keluh dan asing. Saya anggap itu tak penting, masya Allah, membuang waktu dan sebagainya. Tapi kawan. sungguh, kau harus menghargainya. ya, menghargai adalah bentuk rasa syukur.

Mungkin memang saya yang aneh, dalam hal tersebut loading saya sangat lama, beberapa hari yang lalu. adik saya menerima sms yang bisa dikatakan romantis. Tapi saya ga ngerti kata-katanya. malah isi pesan itu saya analisis, karena ga berlogika. (hadeuh, emang aneh ya kalau dipikir) .Ia pun menghela nafas pajang dan kesal. “duuuh” itu yang diucapnya. Dan bergumam sesuatu yang menelisik sanubari. (“sabar aja ya yang jadi jodoh u”) sebegitunya kah saya.kasihan sekali rasanya. saya pun menghela nafaS juga.

Sebagai muslimah, saat menghadapi permasalahan, tepat saat itulah saya sangat rindu pada Rasulullah, rasanya ingin menanyakan tentang ini dan itu. Tak terkecuali hal yang berkaitan tentang itu.

Namun… (inilah ungkapan atau jawaban saya, dirumah ini.. )

Sungguh saya berterima kasih dan semoga diberi maaf, atas sikap saya terhadap siapapun yang saya anggap remeh dalam mendiskusikan hal tersebut. Khususnya untuk semua rekan, sahabat yang perhatian mengirimkan saya surat baik email maupun beberapa carik kertas. Ya, untuk seseorang dan seseorang lain, dan seseorang yang jamak.

Memang saya akui, saya sangat mudah dan terbuka untuk berinteraksi dengan orang yang saya kenal lama, sebut saja teman baik laki-laki atau perempuan. Namun jikalau saya belum mengenalnya, baru menyapa atau berkata beberapa kata saja , itu belum teman namanya. Ya, wajar saya akan jawab seperlunya :” ya, tidak, atau ok”

Bukan saya bersikap tidak adil, hanya saja aneh memang orang yang tiba-tiba menyapa, mau berkata tapi tidak keluar satu kata pun. saya pun tidak menyangkal, apakah saya pernah seperti itu? sampai saya harus mengobrak -abrik file memori dalam otak saya.

Jawabnya saya pun pernah, tapi tidak seperti itu… saya memilih diam seribu bahasa.

ok. yang mau saya katakan. Alhamdulillah…Allah saya mengerti teka-teki itu. Terima kasih seseorang dan seseorang lainnya, dan lainnya. Yang mengungkapkan apa yang dirasakannya. Hal ini bukan sebuah candaan. yang biasanya pakai kata “satu-satu” (baca :cie-cie).

setiap orang memilki hati yang ditaburkan berbagai rasa oleh Allah, namun bukan berarti semua itu akan bertemu menjadi sebuah kata “jodoh” . coba bayangkan jika ada sejuta pria atau wanita menyukai satu orang. apakah mereka semua akan ber ‘jodoh’. kan tidak.

Namun, silahkan saja merasakan rasa itu, yang mejikuhibiniu. Alangkah baiknya sebagai muslim menjaga akhlak dan memurnikan cinta pada Allah. sungguh kalian akan paham, bahwa cinta pada lawan jenis itu atau benda atau antara “dialog rasa” itu tak seberapa, dengan sebuah cinta yang seperti samudera. Hingga kau pun akan lupa sebenarnya apa itu cinta.

ya bagiku, cinta adalah kepedulian, terutama bagi saudara yang kekurangan, anak yatim piatu (oh sungguh mereka akan membuatmu menangis namun bahagia), untuk saudara dan teman yang sedang bersedih pun sakit, cinta pada alam sehingga kau seolah berdialog padanya. Dan tentu saja Allah swt yang paling membuat hati itu penuh dengan namaNya.

Jadi, tak ada nelangsa karena cinta. Ya, mengungkapkan itu sungguh boleh. Tapi kau harus tahu juga resikonya dan apa yang kan kau lakukan setelahnya.

Terima kasih atas surat-suratnya. semoga Allah memberikan yang terbaik dan memilihkan yang terbaik.

Terima kasih teman yang mengungkapkan apa yang dirasakannya, semoga kau menjadi pribadi yang lebih baik.

Terima kasih untuk pesan-pesannya, semoga Allah mengampuni saya, kamu dan kalian.

Tanyakanlah sejuta pertanyaan untuk orang yang kau ingin selalu menyapanya itu.
tanyakan pada Allah seribu pertanyaan yang akan membuatmu tak akan menyapanya lagi.
Manusia itu sangat mungkin menyandang kekurangan. Maka tanyakan…

Semoga lebih bijak dan mau belajar dan tidak khawatir atau phobia cin*a lagi..
(untuk yang beda fitur khususnya) .

note : Tulisan ini atas kekhawatiran saya, keluarga, teman, dll. Kerena sudah gawat tingkat akhirat. Bisa-bisa saya akan dimuseumkan menjadi manusia cyborg atau humanoid yang tanpa sistem cin*a. Ya, sibuk dengan hal sosial dan manfaat, dan dengan semesta alam itu baik. Namun alangkah baiknya, menikmati menjadi manusia juga ya…

Tapi salut saya sama orang yang berani…
Maaf surat tersebut baru saya “baca”, sepertinya si penulis surat cocok jadi noveler.

kisah ini harus diungkapkan, semoga tak ada orang seperti saya. Segala hal dalam bentuk perhatian , hargailah. sungguh bersyukur saja. Jangan anggap remeh. Memangnya, saya, kamu, dan kalian yang paling hebat dan kuat, apalgi kalau merasa paling cakep…

(Heuheu…)
Alhamdulillah , one year in this home.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s