Sekolah Pilihan

Hari pendidikan nasional 2 Mei sebuah refleksi untuk dijadikan ‘batu loncatan’ agar anak bangsa menjadi ‘mutiara’ sejati.

Setumpuk cerita dalam kisah ‘Sekolah Pilihan’ adalah salah satunya.

“Gerakan Sekolah Pilihan adalah sebuah program pengembangan diri berbasiskan Creative Quotients – Intelligence curriculum yang direalisasikan dalam bentuk ektrakurikuler di Sekolah Dasar. Creative Quotients – Intelligence Curriculum merupakan kurikulum ekstrakurikuler yang kami kreasikan dan hasil sinergisasi antara kemampuan IQ, EQ, SQ dengan Intelligence siswa yang berpedoman pada Mutiple Intelligences. Kurikulum ini bertujuan untuk menghasilkan pribadi-pribadi yang unggul dengan potensi masing-masing dimana pada akhir kurikulum nanti siswa mampu menghasilkan karya dan prestasi dengan kemampuannya tersebut.” Dibentuk oleh beberapa mahaiswa UI.

Saya menjadi salah satu bagian kecil dari cerita ini,seorang mahasiswi UNJ yang bertamu, ya hanya seorang pengamat yang ditakdirkan mampir sebentar. Bersama rekan sekolah pilihan.

SD kemiri muka, depok.
Betapa berbinarnya mata melihat anak-anak bangsa yang dalam keterbatasannya namun selalu mampu memberikan senyum masa depan terbaik. ya mereka itulah anak-anak.

Sedikit kalimat mengenai SD yang hampir menghilang ini, sebuah bangunan yang hampir menjadi ‘jenazah’ , dan akan menyisakan doa berkepanjangan bagi anak-anak. Namun dengan usaha yang luar biasa SD kemiri muka masih berdiri, meski semwaktu-waktu ajal akan menjemput.

Geakan sekolah pilihan ini memilih sekolah dasar yang dilabel ‘bukan termasuk berperingkat’ . yah itulah pendidikan berlabel di Indonesia. Peringkat seolah segalanya. Semoga tidak lupa dengan makna setiap kita anak bangsa ‘istimewa’ dalam bidang tertentu.

Gerakan sekolah pilihan bertujuan
“1. Menginternalisasikan sembilan nilai dasar serta membina diri siswa agar menjadi pribadi yang berkarakter.
2. Mencetak karya-karya terbaik siswa dan menghasilkan prestasi setiap semesternya.
3. Memperbaiki infrastruktur sekolah baik yakni sarana dan prasarana.
4. Mengajak siswa aktif dalam menggalakkan gerakan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.”

Memang hanya beberapa kali saya ‘mampir’ dan bergabung dengan teman-teman sekolah piliha, namun sangat kekeluargaan dan dirindukan. apalah daya waktu saya dan kekuatan saya yang terbatas.

Saya menjadi ‘pembantu’ anak-anak ini untuk ‘lingua class’ . ya mencoba menggali kemampuan berbahasa anak bangsa. Sangat luar biasa melihat puluhan karakter mereka. lelah memang, namun subhanallah mereka menjadikan kami seperti ‘pelita’.

Belajar, bermain bersama, tawa canda, lelah semua menjadi bagian yang sempurna untuk dijadikan hidangan kenangan.

Salam untuk masa depan anak-anak bangsa.
tetaplah berjuang sekolah pilihan. Kelak kalian SEMUA akan menjadi ‘mutiara’ yang dicari. Meskipun kini kalin masih menjadi pasir.sk

DSC_000304

DSC_000285

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s