Sabar Ali*, Malaikat juga tahu

aliSeharian bersama kisahnya Ali bin abi thalib dan fatimah az zahra, sudah takdir ‘ketemu’ mereka.
‘Dipertemukan’ juga sama rekan-rekan dengan kisah tersebut.

Jujur memang baru tahu…
ternyata kisah ali dan fatimah heboh dikalangan pemuda ya?
khususnya muslim dan muslim_ah.

ya, jadi ali bin abi thalib ini dikisahkan sudah berniat melamar Fatimah, namun terdengar kabar Abu bakar ‘start’ duluan. ckh, ckh. Namun ali ‘postif thinking’ sekaliii (*dibaca nada tinggi diakhir ya) dan berbesar Hati. secara kan abu bakar gituu.

Redaksinya Ali
“Inilah persaudaraan dan cinta”, gumam Ali bin Abi Thalib.
”Aku mengutamakan Abu Bakar atas diriku, aku mengutamakan kebahagiaan Fathimah atas cintaku.”.

“Cinta tak pernah meminta untuk menanti, tapi mengambil kesempatan atau mempersilakannya. Dan cinta itu membutuhkan keberanian atau pengorbanan.”

satu kata buat khalifah Ali: “ciee”. Alhamdulillah. *sambil ditoyor malaikat nih. pakai catatan amal. #istighfar

Masya Allah ternyata lamaran abu bakar, tidak “ahlan wa sahlan”. (fiuhh, ali senyum lebaar). Alhamdulillah, ikut senang. *eh

Belum lagi menghela nafas panjang, Umar bin khathab ‘mulai menyusul’ untuk melamar. ckh, ckh lagi..
Dan Ali pun ridho terhadap umar bin khatthab

Tapi sekali lagi tidak ;ahlan wa sahlan’ kawan-kawan. *pembaca senang atau kecewa nih? (Saya sih senyum, *Eh)

“Sekali lagi cinta tak pernah meminta untuk menanti. tapi mengambil kesempatan atau mempersilakannya.”
Dan cinta itu membutuhkan keberanian atau pengorbanan. Maka Ali bin Abi Thalib pun bingung ketika mendengar kabar lamaran kedua oleh sahabat Rasulullah yaitu Umar bin Khatthab juga ditolak.

Rasulullah mau menantu seperti apa ya? ali pun penasaran (apalagi saya?!)

Dan Ali mulai “dipanasin” sama para sahabat anshar. berikut cuplikannya..

”Mengapa bukan engkau yang mencoba kawan?”, kalimat teman-teman Ansharnya itu membangunkan lamunannya. “Mengapa engkau tak mencoba melamar Fathimah? Aku punya firasat, engkaulah yang ditunggu-tunggu Rosulullah.. ”. ”Aku?”, tanyanya tak yakin. ”Ya. Engkau wahai saudaraku!” Ali bin Abi Thalib pun menjawab ”Aku hanya pemuda miskin. Apa yang bisa kuandalkan?” ”Kami di belakangmu, kawan! Semoga Allah menolongmu!”

Inilah teman sejati..! menyemangati, semoga yang menyemangati sudah pada melamar juga. *ups
Lanjut ke lamaran saya, eh lamaran buat fatimah. maaf!

Dengan berani dan sadar diri Ali melamar fatimah dengan keadaan hanya memiliki satu set baju besi dan gandum katanya.
Dan Rasulullah berlata “Ahlan wa sahlan!”

Dan Ali pun keluar, dia bingung dan ga sadar sepertinya karena diriwayatkan, ketika para sahabat bertanya tentang lamaran ali , ali malah bertanya apa artinya ahlan wa sahlan. (hahaa, ini bagian terlucu, kecerdasan ali sulit untuk memahami ‘ahlan wa sahlan’, saya harus bilang. W.O.W)

dan ini cuplikannya…
“maaf kawan.. Maksud kami satu saja sudah cukup dan kau mendapatkan dua! Ahlan saja sudah berarti ya. Sahlan juga. Dan kau mendapatkan Ahlan wa Sahlan kawan! Dua-duanya berarti ya !” penjelasan kawannya pun mengurai senyum di wajah Ali bin Abi Thalib

Ali bin Abi Thalib adalah laki-laki sejati katanya. pemuda Arab punya kalimat seperti ini , “Laa fatan illa ‘Aliyyan! Tak ada pemuda kecuali Ali!” .

kata-kata fenomenal Ali bin Abi Thalib.” cinta mempersilakan, atau mengambil kesempatan. Yang pertama adalah pengorbanan, dan yang kedua adalah keberanian.”

“Putri Sang Nabi (Fathimah) dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu hari (setelah mereka menikah) Fathimah berkata kepada ‘Ali, “Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu. Aku pernah satu kali jatuh cinta pada seorang pemuda ”. Ali bin Abi Thalib terkejut dan berkata, “Kalau begitu mengapa engkau mau menikah denganku? dan Siapakah pemuda itu?”. Sambil tersenyum Fathimah berkata, “Ya, karena pemuda itu adalah dirimu”.

Jadi Sabar ali (pemuda), malaikat juga tahu…
dan yang membuat saya heran adalah, syaithan tak tahu kalau dua pemuda ini, sama-sama ‘berdoa’

dan inilah titik yang mebuat saya heran dan misteri, zaman sosmed begini, orang-orag malah ‘mengumbar’ rasa atas nama si C itu.

Tapi tak berlaku bagi dua pemuda ini, sampai syaithan tak tahu, kalau mereka ‘ada rasa’. apalah redaksinya.

Ok! intinya kalau C , bukan syaithan yang tahu tapi malaikat, nanti diijabsah..
eh diijabah pernyataan (doa) dalam hati itu.

kuncinya SABAR, DAN KUATKAN KESABARAN!
untuk para pemuda
Sabar, malaikat juga tahu..
Tahu akan kesabaran itu.
Urusan C, Allah swt yang palin tahu.

Wallhu ‘alam bishawab.

nb: *nama ali bin abi thalib dinisbahkan sebagai pemuda. karena kalimat ini “Laa fatan illa ‘Aliyyan! Tak ada pemuda kecuali Ali!”

Iklan

One thought on “Sabar Ali*, Malaikat juga tahu

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s