Ruang Revisi ‘Fikriy’ dan ‘Qalbiy’

Bagaimana abu bakar bisa sekuat itu menahan bisa ular yang amat mematikan dan perih tanpa rintihan sekali pun?!
Bagaimana umar bin khatthab ditakuti oleh syaithan, bahkan melewatinya pun tak mau?!
Bagaimana usman bin affan begitu sederhana disaat kekayaannya melimpah?!
Bagaimana seorang pemuda cerdas seperti ali bin abi thalib mampu menyembunyikan perasaanya hanya pada fathimah?!

Sungguh setidak bisa nya aku , kamu, dan kita semua khususnya muslim, menjadi seperti mereka. Apakah usaha itu menjadi hal yang amat tabu…

Sungguh,betapa keluhnya saya dan menyayangkan kata “be your self” Kenapa “be your self” jika ada kalimat “be your better self”?

Ruang revisi pikiran (fikriy) dan hati (qalbiy)…
akan terbuka pintunya ketika terpampang jelas pintu lain yang membuatmu keluh, keluh kenapa mudah sekali lidah mengeluh ditambah telinga pun mendengar keluhan.

abu bakar… hanya menyebut namamu saja , jiwa ini malu…
betapa Engkau mencontohkan kesabaran.

Ruang revisi pun terbuka semakin lebar, tatkala langkah kaki saja sudah malas dan bersembunyi di balik kesenangan sementara. tak berani, ah bukan, belum berani dan sulit menjadi berani untuk mengambil resiko yang diketahui baik buruknya…

umar… hanya menyebut namanu saja, jiwa ini malu..
Betapa engkau mencontohkan keberanian.

Ruang revisi, kembali terbuka semakin bercahaya, saat menyaksikan betapa harta dan segala kecanggihan dunia menjadi hiasan-hiasan utama..

usman… hanya menyebut namamu saja, jiwa ini malu…
betapa engkau mencontohkan syukur adalah utama

Ruang revisi, tak hanya terbuka , tak hanya terlihat cahaya, kini bisa dilihat siapa penghuninya…

betapa sulitnya merapihkan perasaan..
kini mudah sekali bercanda dan mengumbar rasa, mengagumi seseorang dan membanding-bandingkan kecakapan pria atau wanita.

mudahnya membuat sayatan cemburu..
mudahnya berkata cinta…
mudahnya me’label’ diri adalah yang terbaik..

Ali.. menyebut namamu saja, jiwa ini malu…
betapa engkau mencontohkan kesetiaan pada Rabb-Mu.
Hingga syaithan pun tak tahu fathimah di hatimu

Dan fathimah…
sungguh kini waktu pun memuji kelayakanya menjadi wanita surga.

Revisi fikriy dan qalbiy, atas apa yang terjadi, atas kata-kata yang ditemui, merevisi bahwa kematian itu sebaik-baik “KENYATAAN SEJATI”

Semoga sedikit orang yang tersakiti,
sedikit yang dibuat cemburu,
pun semoga tak ada yang mengingat diri
sebanyak ia mengingat ilahi…

Bumi Allah ini bukan untuk diri sendiri, untuk berdua, atau pun sekeluarga saja.
Bumi Allah ini untuk semua yang dicipta.

Revisi kembali pikiran dan hati.

pic blog

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s