Apa ya judulnya?

Siang, saya disinari oleh pertanyaan dari adik-adik saya, ia meminta saran dan pendapat, entah sudah berapa orang yang bertanyaan bagaimana ‘jikalau sedang jatuh cinta’ ka?

Apanya yang bagaimana? entah sepertinya perasaannya sedang membuncah, oh begitu kah orang jatuh cinta? berjuta saran sepertinya akan dibalas “susah ka”. Entah apa karena masih SMA? ah, tidak juga ada yang seusia 20 an atau sebut saja kuliah, pun sama, akan berkata ‘susah’, meski dalam hatinya, atau dalam anggukan.

Urusan yang satu ini memang tak akan ada habisnya, ini cobaan sekaligus nikmat kalau tahu cara ‘menghadapinya’.

oh ya, balik ke topik. Kata “susah ka” itu terpaksa memperdengarkan helaan nafas panjang dari saya, memandang si adik-adik itu dengan, ya helaan, dan refleksi diri.

Mereka membalik pertanyaan “bagaimana kalau dari kakak saja?!” , bukan secara ‘teori’. (pertanyaan mereka itu bagai kilat, betapa tidak, seolah mereka menganggap saya tidak pernah jatuh cinta saja. *pakai tanda seru. (kerlingan mereka tanda tanya yang menakutkan, saya berjengit).

Memang, mindset pkiran dan hati itu penting.
Mindset saat jatuh cinta tiap orang itu berbeda, ada yang mudah jatuh cinta, ada yang sulit, tergantung semudah apa dan bagaimana ‘pelindung’ pikiran dan dan hatinya bekerja.

Saya sulit sekali bilang kata ‘cin*a’antara pria dan wanita, getir kala berucapnya.Bagaimana tidak? cinta seolah berujung pada kata ‘pacaran tanpa komitmen yang tidak sah’ saja. Fenomenanya pun membuat mengelus pikiran dan hati juga. *miris merinding ding..

Kecuali memuji cinta dalam islam, tentang Rasul dan para sahabat pun tentang para nabi. secara spontan saja, hal itu akan bisa terucap. Mereka memang menunjukkan cinta sejati.Subhanallah.

Honestly, saya pun sulit.. namun Alhamdulillah.
Saya menahan ekspersi itu, hingga tak ada yang tahu. sudah itu saja.
Ditambah sibukkan dengan kegiatan saja, baca buku, kegiatan sosial ketemu sama anak jalanan, anak yatim, banyak…

Dan menikah itu bukan suatu ‘jalan cinta’ utama yang menjadi tujuan. Karena kepastian itu hanya KEMATIAN. mindset saya sih itu, jadi berbuat banyak dan bermanfaat untuk setiap orang yang dikenal dan ditemui , bukankah lebih baik?

Memang sih,(kalau lagi JC) tiba-tiba kan ingat, sebentar saja kan?! Misal lagi minum, dijalan..
anggap saja iklan, nah iklannya jangan diterusin buat mengingat ‘memori film’ singkat tentang dia. (heuheu..)*istighfar

Berjuanglah..!
Honestly, bosan dengan curhatan seperti ini, tapi level cobaannya memang semakin meningkat…

jadi berpikir “Apakah nanti setiap orang akan berpasangan (menikah) di dunia ini? hingga tak ada lagi kata “susah ka”

Ya, apakah nanti Allah akan menakdirkan semua orang sudah menikah semua. setelah itu adakah orang yang “jatuh cinta” ? ya pastinya dengan suaminya…

Tapi apakah sama orang yang jatuh cinta pada suaminya…
atau orang yang jatuh cinta pada sebuah nama saja…
Tanpa tahu apa ujungnya dan buat apa lalu timbul pertanyaan mengapa?

nah loh! saya berfilosofi..
*spontan.

akhirnya mereka pun ‘diam’, diam karena saya ‘mempertanyakan cinta’ mereka. Kalau mereka menanyakan subjeknya (orang), saya akhirnya menanyakan objek.

“jika kau membaca kata “komet” pasti akan mengarah pada benda bercahaya, langit, komet jatuh, dsb,..
tapi tahukah, komet itu sejenis ikan hias, dan ikan hias itu dahulunya berbentuk mas koki”

apa perasaanmu kini?!
bukan pertanyaan sulit tapi ini pernyataan,
tidak sulit.

haha, semoga tidak pusing yaa..
saya masih bisa bercanda..

tulisan buat kalian ini, apa ya judulnya?60f1f7d281ca352f64d2c91137673adc

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s