Alhamdulillah, Ramadhan : sebuah cita ramadhan terbaik adalah ramadhan terakhir diri

Ramadhan lalu…

Saat itu terdengar irama air wudhu melantunkan doa untuk dunia, ia kedatangan tamu agungnya yakni ramadhan. aduhai sungguh berharganya bumi yang dihuni manusia, apalagi didalamnya terdapat orang-orang yang sabar yang malaikat pun katanya iri dengan sifat sabar manusia. subhanallah. Allah sujudkan semua kata di bumi ketika ramadhan menghampiri. karena semesta memujimu atas nikmatnya Ramadhan.

Ramadhan setiap detiknya bagai butiran pasir emas.
Langit ramadhan bagai perak yang menyilaukan hati.
Berlian, permata, emas, perak, perhiasan dunia cahayanya pudar bahkan bisa hilang, kerena insan-insan beriman nan taaat dan sabar semua tertuju pada sinar ramadhan.

Ramadhan akan tiba hanya dalam hitunga ratusan jam…
Selain menyambutnya dengan kedaan siap, keadaan sebaik-baik yang disukai ramadhan adalah puasa.

Saat ini pun ramadhan seolah ‘menghubungi memori’, mengingatkan kondisi kebersamaan kami tahun lalu.. aduhai mesranya
hingga satu malam ganjil itu sebuah kata meresapi diri “Allah, diri belum tahu surga itu apa, kini yang kutahu surga itu kenikmatan beribadah, sungguh selapang surga… lapang sekali rasanya… , ya bagai berjalan di surga (meski yang merasakan adalah ruh dan jiwa)

Tibalah memori bercerita… beberapa kumpulan peristiwa istimewa ramadhan tahun lalu menghampiri…

1. peristiwa berbuka bersama ratusan anak yatim dari berbagai sekolah dan pesantren. Sebuah acara lomba bergengsi, dan diberikan nikmat mendampingi sekelompok anak yatim hingga Allah menakdirkan mereka menjadi salah satu pemenang. Dan kali pertama mengalami pengamanan kepresidenan dan namtage kami pun bertulisakna paspampres. Alhamdulillah.

2. Itikaf yang didalamnya malamnya kami menambah ilmu mengenai dien islam ini, menjadi pendidik sekaligus pembelajar di malam ramadhan di sebuah masjid kenamaan adalah keistimewaan.

3. Menyaksikan dan mendengar seorang dokter palestina , ia mengisahkannya dalam bahsa arab, aduhai mendengar ceritanya di malam ramadhan, serasa malam ramadhan di palestina.

4. 17 Agustus 2012 , shalat jum’at pertama diri. hingga setelahnya menyaksikan syahadat dari tiga orang mualaf. Dan jum’at itu adalah jum’at terakhir ramadhan di tahun tersebut.

kebersamaan dengan ramadhan tahun lalu adalah ramadhan dengan itikaf terlama dan penuh di dalam masjid, serta ramadhan dengan lisan diri teringan dan hati merindu dengan Al Quraan karena dalam sehari diri tak menyangka mampu membaca hinga 10 juz dalam satu hari , dan dalam keadaan itikaf.

Aduhai kebersamaan dengan mu ramadhan sungguh mengisahkan memori yang indah, bilakah ia berkenan menemani dan mengisi hari diri dengan peristiwa istimewa lagi…

Hanya berlirih hati pada ilahi, jodohkanlah diri dengan ramadhan terbaik dan teristimewa lagi. Sebuah usaha diri untuk menyambut kedatanganmu ramdhan…

Diri akan membersamaimu hingga semua semesta cemburu, setidaknya hingga semesta dunia diri cemburu akan aroma ukhrawai dari dirimu ramadhan

Betapa sebuah cita jika tertuliskan juga untukku bahwa ramadhan terbaik diri adalah tanda akan datangnya kematian jasad ini sebagaimana Rasulullah.

“ramadhan terbaiknya, adalah ramadhan terakhirnya. seolah ramadhan sudah menerima pinangan dari seorang hamba yang mencintanya”

-ramadhan..ia mampu menerjunkan lelehan air mata tanpa disadari, betapa kepulangan dari itikaf ke rumah menyedihkan semesta jiwa, sungguh tanpa disadari. entah…-

“mungkin kepulangan ke akhiratlah yang memebuat tersenyum, ya setelah ramadhan..”

Alhamdulilah…
ramadhan…

1017226_387428308029177_1935751087_n

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s