Sekali

Perkara hidup memang aneh, ada yang hidupnya merasa biasa saja, ada orang yang hidupnya serasa jidat ditempeli kata sukses, ada yang hidupnya ‘katanya’ merana, sengsara, derita…

ada lagi tahapan hidup yang aneh…
tahap sekolah, tahap kuliah atau kerja, tahap menikah, sudah menikah ditanya kapan punya anak, sudah punya anak mau punya cucu…
lalu apakah setiap mayoritas yang berkata itu nantinya akan berkata..
“mau punya kuburan”

perkara orang sedih juga aneh, di era sosial media ini, luka sedikit ‘share’, lagi nangis di ‘share’ juga…
jangan sampai di akhirat nanti latah mau men’share’…
“lagi di neraka nih, hiiiiy” “mama, maunya ke surga”

Tahukah kesedihan itu akan bertambah jikalau semakin menyebutnya…
coba aja.
***Sunyi***

perkara orang bahagia juga aneh, lagi-lagi di era sosial media…
lagi di tempat cozy seperti cafe terkenal di ‘share’, apalagi sedang di luar negeri padahal sehari aja, syang ga di ‘share’…

Tahukah setiap manusia memiliki ‘qalb’ yang ditakdirkan ada rasa iri, jika yang lihat lagi kalut dan imannya lagi drop..
akhirnya timbulah kata dalam dirinya ‘sombong’…
***senyap****

Perkara hidup ini aneh untuk urusan jatuh cinta. ya tak salah lagi di masa sosial media…
baik yang belum menikah ataupun yang sudah menikah…
bias makna cinta..
yang belum menih ada yang terbagi dua bagian jomblo dan ‘duet jomblo’
yang jomblo harus berhati-hati karena hatinya sedang mencari akhirnya ‘PHP’ jadi suci.
yang duet jomblo makin aneh lagi, belum dapat ijabsah tapi ‘share’nya dunia milik berdua, mempopulerkan hubungan mereka. mesra? jangan tanya… #miris

Dan yang menikah, hanya ingat perkataan Rasulullah, bahwa kemesraan sebaiknya tak diumbar.coba yang lihat dan baca kemesraan si suami istri ini para jomblo? tau sendiri kan. #tenang

Sabar dan kuatkan kesabaran
perkara hidup itu antara mendatagkan berkah dan fitnah
Dan perkara sosial media itu mubah.

Bukan berarti tidak menghargai karakter orang yang suka ‘berbagi’, ya berbaginya juga hati -hati. janganlah hati dibagi-bagi, air mata disebar-sebar, gembira diumbar-umbar. secara berlebihan. sejenak saja bolehlah.

Dan bukankah berhati-hati ciri ketaqwaan?

Saksikanlah perkara hidup dari sisi yang berbeda. niscaya aneh.
Dari sisi yang berbeda akan menemukan kehati-hatian.
karena hidup di dunia ini ‘SEKALI’
Buktinya waktu kemarin tak bisa diulangi lagi. Dan SEKALI itu bisa jadi hari ini.

Jadi ‘share’ lah sedih, bahagia dan segala sesuatu itu sekali saja sperti hidup ini. Karena hidup pun tak dipenuhi bahagia apalagi derita. sungguh dusta.

Jika sosial mediamu penuh dengan dua hal yakni sedih dan bahagia yang berlebihan sepanjang hari ini. saksikanlah itu sia-sia.

Setidaknya selipkanlah satu dua ayat Allah untuk disampaikan. Atau sebutlah nama Allah didalamnya (Sosial media).

Niscaya hari itu semua kata kan bersujud padaNya , ya meski dalam sosial media.

536254_319000731538602_487002915_n

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s