aulaad

wajah itu bagai ketenangan malam ketika sujud.
tangan itu bagai kesegaran masa depan ketika menemui wudhunya.
kaki itu mungil nan kuat bagai dien islam yang mengisi langkahnya.

selalu ada doa yang terangkai ketika berhadapan dengan anak-anak. sungguh mereka menyenangkan hati , melelahkan diri dalam kasih sayang. bercanda dengannya, mampu menggemakan ruh untuk memujiMu Allah, dan melembutkan hati untuk mengalunkan namaMu Rabbiy pada samudera hati yang tak bertepi.

Hingga aku jadi tahu makna Rindu itu, rindu ternyata adalah penantian dalam syukur dan usaha untuk menjaga hingga kelak tiba berjumpa. Dan yang ingin kujumpa itu…

anandaku kelak…
jauh sebelum bunda menggenapkan dien ini..
Bahkan jauh sebelum ditakdirkan mendengar tangisanmu
Allah menghujamkan kasih sayang untuk kujaga dan kuhadiahkan untukmu.
bunda senantiasa berusaha dan mengingatkan diri agar menjaga rumah pertamamu , yakni rahim bunda…

ananda…
kaulah salah satu sarana bunda untuk lebih dekat kepada rabb semseta, al ahad..
dengan menjaga rahim bunda, bunda harus berusaha selalu menjaga jasad, ruhiyah dan fikriyah bunda…
dan Allah adalah sebaik-baik penjaganya.
dzikrullah ananda…
mengingat Allah menenangkan hati…

ananda…
sungguh kau kelak akan mengisi memori hidupku..
dengan keceriaan itu pula…
mungkin nanti terselip marah, ketegasan, dan kedisiplinan untukmu…
namun bunda akan selalu menatapmu dengan maaf dan kasih sayang.

ananda
kaulah panggilan rindu..
semoga Allah ridhoi rindu bunda padamu…
seperti rindunya para sahabat pada Rasulullah…
dan bagai rindunya Islam pada Al Fatih selanjutnya…
serta Rindunya Allah pada dzikir hambanya…

ananda…
tetaplah mengingatkan bunda untuk menjadikam diri sebaik-baik penjaga dan sebaik-baik pendidik…
jika bunda melihat bayi dan anak-anak, bunda rindu padamu…

ananda …
doa bunda , jadilah manusia yang senantiasa beristighfar, selalu menjalankan shalat taubat setiap harinya, kerana banyak dosa yang tak disadari, bunda khawtir. bunda pun berusaha seperti itu, kau jadilah sebaik-baik pendirinya.

ananad..
jadilah penjaga Al Quraan, jadikanlah setiap harinya bersamamu hingga kata-katamu tak lupa menyampaikan ‘surat cinta Allah’ itu.
ananda senantiasa menuntut ilmu, membaca dan menulislah…
oia nanti bunda akan senantiasa membacakan Al Quraan dan bacaan untukmu. ingatkan bunda..

ananda…
ketika bertemu anak-anak, sambutlah mereka dengan kasih sayang dan kesabaran, sejajarlah dengan mereka ketika berbicara. dengan anak yatim berikanlah apapun yang kau punya, bunda sangat cinta dengan mereka, bunda pernah diperdengarkan hafalan Al Quraan dari anak yatim dan itulah sebaik-baik bacaan dari anak-anak hingga air mata bunda meleleh.. sungguh akhirat seolah dibentangkan saat itu..

ananda…
tak ada yang harus dikhawatirkan secara berlebihan, khawatirlah terhadap ‘qalb’ mu, mencintai Allah itu mudah namun khawatirlah apakah engaku sudah layak dicintai Allah…

ananda..
terhadap gagal, berhasil, sedih pun bahagia, genggamlah kalimah Alhamdulillah.

ananda…
sampai bertemu. saat ini bunda rindu…

aulaad
semoga Allah menyampaikannya..

Bunda hadiahkan doa untukmu ya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s