sombong

moon and star
sombong ini bagai kelembutan yang membahayakan.

atau bagai kokohnya pilar-pilar istana.

sombong bagai bintang semu. angkuh akan cahayanya sendiri dan meremehkan bulan.

Nyatanya bulan yang mendapatkan sinar dari matahari, yang mampu dilihat pada waktu tertentu. (Secara konsisten hingga kiamat. insya Allah)

sedangkan bintang yang memiliki cahayanya sendiri, malah bisa tak terlihat. meski katanya ia selalu ada. (disebabkan karena banyak hal yang terjadi dilangit, salah satunya karena debu! masya Allah). Alam ini mengabarkan ayat cinta kauniyahnya pada manusia yang bertafakur.

Nyatanya sombong bisa menjelma menjadi kataatan, kebaikan, manfaat, bahkan kasih sayang dan kepedulian.

aduhai, khawatirnya diri…

sombong, bisa saja terjadi saat ini, atau bahkan di masa lalu? sadar ataupun tidak sadar.

bahkan bisa saja sombong karena diri merasa tidak sombong.

aduhai, jadi bagaimana perkara sombong ini?

nyatanya padamnya sombong apabila air ikhlas terus disirami ke tanah suci hati.

ikhlas pun suatu hal yg sulit. bagai semut hitam di atas batu hitam dimalam yang kelam. tak terlihat.

jadi ikhlas itu tak merasakan apapun, jikalau merasa ikhlas, harus bertanya dan istighfar. agar senantiasa tak merasa ikhlas.

nyatanya harus mengingatkan diri akan “mungkin ini tidak ikhlas” dan istighfar, satu-satunya kawan sejati dalam kondisi merasa ikhlas pun tidak ikhlas.

irhamna ya rabb.
jika dunia ini menjadi tahanan dosa, ampunilah dengan rahmat dan kasih sayangmu.
hingga tiba di akhirat nanti kami terbebas dari siksa neraka.

lalu diperkenakan menemui sang pemberi rahmat itu di surga bukan karena surga itu mewah dan bertahta, berhiasakan nikmat dimana-mana..

karena surga itu bukan surga jika tak ada Engkau di dalamnya, Allah subhanahu wa ta’ala…

Jika dengan gagal enagkau ridho, maka gagalkanlah…
jika dengan air mata engkau ridho maka perkenankanlah…
jika dengan darah dan siksa itu mahar yang kau minta maka terimalah…

jika sombong adalah jalan pertemuan taubat agar senantiasa mengingatMu, maka jadikanlah sombong itu menyayat hati dan pikiran, meresahkan akal, hingga ditemui ketenangan dari namaMu..

(mihrab ramadhan, dikala adzan hujan)

Iklan

One thought on “sombong

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s