Surat

“selembar kertas terkadang lebih berharga daripada hadiah yang diberikan”

surat dengan tulisan tangan itu sangat berharga, semenjak sekolah dasar saya suka menulis surat. Bahkan sebuah hobi bisa dijadikan sebuah prestasi, surat mengantarkan saya pada sebuah kemenangan, waktu itu ada lomba menulis surat dalam Bahasa Inggris yang saya tujukan pada seseorang nun jauh di benua lain.

SMP adalah masa dimana saya banyak mendapatkan surat dari teman-teman, budaya menulis surat sangat terasa. saat itu saya punya teman dekat, namun kita berpisah kelas, padahal masih satu sekolah.(hahaa) tapi kami senang berkirim surat dan bercerita tentang keadaan kelas dan keluarga masing-masing. saat itu handphone masih langka.

sampai sekarang saya masih menyimpan semua suratnya. tidak hanya teman dekat, dengan teman lainnya pun begitu. ketika membacanya lagi begitu senangnya. buat yang pelupa, surat menjadi salah satu pengingat yang baik.

namun saat SMA budaya menulis surat, lama-lama terlupakan tanpa disadari, begitupun dengan saya. sudah ada handphone dan sosial media.

Namun ketika di kampus saya mendapati seorang rekan yang masih menulis surat. bukan email. surat dengan tulisan tangannya sendiri. saat itu saya sungguh kaget sekaligus mengingatkan saya pada “memori surat”. Kadang orang lain mampu mengingatkan pada suatu hal yang berharga untuk diri kita.

Menulis Surat dengan tulisan tangan itu sangat berharga, saat ada teman yang memberikan hadiah lalu ada selipan kertas dengan beberapa tarian tinta itu lebih berharga daripada hadiah itu sendiri. Pun ketika anak-anak didik yang memberikan sebuah surat dan kenang-kenangan, tulisan tangan merekalah yang mampu membuat senyuman dan makna mendalam.
write l

kids
Dan ketika berpisah dengan teman dan sahabat atau rekan ketika di luar Indonesia , sebuah goresan tangan mereka sungguh berharga daripada sebuah mention penghargaan di depan umum, daripada sebuah tag juara, daripada chat dunia maya atau sosial media. minimal attach “letter” dengan word itu lebih baik.

Jika bosan atau sedih surat bisa jadi salah satu alternatif untuk bicara.

Selamat menulis surat!

Iklan

2 thoughts on “Surat

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s