Rehat sejenak, senyum aja…

snowman
salam! senyum dulu ya.. ^__^
Apa kabar sob! Kali ini mau nulis bahasan dan bahasa yang ringan. Ala-ala majalah yang kece seantero Indonesia buat remaja muslim itu loh…
Iya, iya! annida. *ups kesebut.

Sob lagi muharram enaknya rehat sejenak dan evaluasi diri, mengambil hikmah dari setiap kejadian yang ada, “deep thinking” yuk! Tentang kita. Ehm, kita? Saya dulu aja ya…

Bahasan pertama saya adalah tentang trend setter ini nih “Rezeki, jodoh dan mati” udah diatur, udah ada masing-masing. Ada yang unik dari ‘slogan’ tersebut sob. Karena saling berkaitan dan ada suatu hal yang bermakna…

Untuk urusan rezeki , sama-sama nyimak hadits yang lumayan panjang berikut ini :
“Sesungguhnya Ruhul Qudus, jibril, membisikkan dalam benakku suatu jiwa tidak akan wafat sebelum lengkap dan sempurna rezekinya. Karena itu hendaklah kalian bertakwa kepada Allah dan memperbaiki mata pencaharian kalian. Apabila datangnya rezeki itu terlambat, janganlah kalian memburunya dengan jalan bermaksiat kepada Allah. Sungguh apa-apa yang di sisi Allah hanya bisa diraih dengan ketaatan kepada-Nya.” (H.R Bazzar dan Hakim)

Hal unik dan ‘jleb’ nya ada pada kalimat yang di “bold” , dalam kalimat tersebut seolah mengatakan jaminan kepada manusia. Iya ga? Ada ketenangan, namun kalimat berikut ada sebuah usaha dalam menggapainya! Sob udah nyampe mana dapat rezekinya?

Lalu urusan jodoh..
Kalau sobat dapat ucapan gini apa yang ada di benak kalian “coba aja, siapa tahu jodohnya”. Cung! Siapa yang langsung mikir ke pasangan hidup atau menikah?! Hayo?!

Ucapan itu saya dapat dari ketua robotics salah satu institusi di Bandung, lagi bahas apa coba? Beasiswa sob! Jodoh itu maksud dia rezeki atau “kalau milik”. Ketika kawan ada yang baca pesan tersebut dikiranya jodoh yang seperti kalian maksud. Eh, kalian, maksudnya orang yang lagi baca. *pisss!

Jadi sob, jodoh itu ada temalinya dengan rezeki. kali ini “Deep thinking” mandiri ya.. he.

Kemudian kematian..
Masya Allah untuk urusan yang satu ini, maaf agak serius. Beberapa pekan ini, saya mengambil kesimpulan. Allah sedang mengingatkan saya dengan kematian. Sekembalinya ke negeri tercinta, kabar kematian berturut-turut menghampiri teman, rekan dan kerabat saya. Kalau sehari, ya biasa aja. Ini setiap hari denger kabar kematian dari orang tua temen yang meninggal, terus kakek teman yang meninggal, dan dari keluarga. berturut-turut bertepatan dengan kabar bahagia yang saya dapat juga sob. Tandanya Allah hendak memberikan peringatan yang dalam. karena sesuatu hal pasti ada maknanya.

Seketika saya ingat kematian. Apa saya segera menyusul…
ya, itu kepastian.

Semenjak saat itu, meski kabar baik atau bahagia saya dapati juga. Namun, yang saya yakini kematian itu paling pasti dan lebih pasti. Melebihi jodoh dalam artian menikah.

Kematian itu bukan milik orang tua atau orang yang sakit aja kan?! Keadaan sehat dan muda pun bisa menjemput kematian. Hmm, serius kan. Tetep Senyum aja sob.

Karena lagi-lagi ada tali temali antara jodoh dengan mati, tau apa sob..

Terkadang kita memperbaiki diri niatnya karena mau mendapatkan ‘jodoh’yang terbaik. Itu sah-sah saja sob, tapi Allah hendak mengingatkan hambanya lebih dalam bahwa “berhias dirilah untuk-Ku (Allah swt)” dahulu.

Kalau mau mikir, benar juga, kan yang pasti itu mati. ada kan takdir (di berita pernah disiarkan) pasangan yang mau menikah, sehari sebelum hari H , kecelakaan lalu meninggal. Innalillah.
Pantas Allah itu dapat urutan pertama dan utama di hati. Memperbaiki diri untuk Allah, jadi mutaba’ahnya nitanya lillah ya sob! Hehe.

Yang ini beda lagi kisahnya. Cung! Yang pernah denger kalimat ini “mau pakai jilbab, tapi tuh banyak yang berjilbab tapi masih begitu”, atau “orang shalat tapi korupsi juga” atau istilah “ngapain shalat kalau maksiat juga” . eh, JLEB sob!!

Yang ngingetin palingan dibilang sok alim, beriman de es be.
Mungkin sobat pernah denger dari temen atau keluarga.. sabar ya. Saya juga mengalaminya. *Eh ketauan.

Setelah itu saya evaluasi perkataan mereka dengan apa yang saya lakukan. Istighfar, memang kalau di list,dosa sih ada aja. Ada hal yang menyentak saya dan saya temukan jawabannya , sobat pernah dengar penggalan dari terjemah Al Qur’an “janganlah berputus asa dari rahmat Allah”

Nah! Itu jawabannya. Ingat kan sob! Kisah orang yang ibadah, jihad, dsb (kalau ga salah tiga orang ya. coba cek ya haditsnya). Kemudian Allah bilang kamu bohong! Yang itu..

Nyatanya niat yang mempengaruhi, dan masuk surgaNya hamba Allah itu bukan keran ibadah, jihad, dsb. Tapi karena Rahmat Allah dan niat lillahi ta’ala sob. (nastaghfirullah).

Tetap aja shalat meski kadang kita masih belajar khusu’, tetap aja ibadah meski kadang kita berdosa, sadar atau tidak. Kerena kita memang sedang BERUSAHA MENGGAPAI RAHMAT ALLAH. Istilahnya cari perhatian sob. Melalui jalan ibadah dan kebaikan yang emang belum sempurna. (khusunya saya_*nunduk).

Rehat sejenak sob, kalau ada masalah dan tetap senyum aja sebagai tanda mengucap Alhamdulillah. Maaf sob kalau ada salah.

Yang pasti slide di padang mahsyar akan lebih detail menayangkan kesalahan dan dosa, jika di dunia kejelekan kita diperdengarkan ke orang, biar saja, toh memang salah. Mau diomongin dan dinilai manusia, yang penting, Allah tetap di hati. Dan jangan terlalu peduli atau diambil hati sama penilaian manusia (kecuali yang berbobot).

ambil pelajaran dari kisah taubatnya seorang pezina yang dirajam sampai meninggal, sehingga sahabat bertanya kenapa rasul tetap menshalatkan. Nyatanya taubat si pezina cukup untuk 70 orang. Subhanallah!

Semoga jadi ampunan, ketika orang lain tahu kejelekan kita namun memperbaiki diri.

rehat sejenak sob. senyum ajaa.. ^__^

Allah Maha Mengetahui.
“sehingga kebahagiaan tanpaMu tak berarti dan tak diratapi.
sehingga kesedihan denganMu menjadi hidangan yang lezat tak bertepi”

Iklan

5 thoughts on “Rehat sejenak, senyum aja…

  1. sebagai freelancer majalah remaja kece yg disebut di atas, jadi merasa terpanggil untuk komen. heheeee

    Semoga jadi ampunan, ketika orang lain tahu kejelekan kita namun memperbaiki diri. << SUKA BANGEG sama yg ini 😀

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s