Lebih Baik

Kesal itu asal.
Ia memahatkan goresan yang perih.
Mengajak logika untuk berceloteh.
hei jiwa…
“bisa kalian pamit dari tempat ini sejenak?”
lebih baik bertepi.
Menyelami dan menyalami ruh yang terlihat menyendiri.

pendam kesal yang asal
bersama kata sentimemtal
biar terbaca, biar terasa, biar sejenak…
kepahaman itu nyata dan berbicara.
sejatinya, lebih baik kesal
sendiri, mendidik emosi.
tak perlu tanda tanya
tak perlu sapa
tak perlu senyum
tak perlu oleh apapun
sejenak, disini..

mohon pamitlah sejenak
wahai semesta jiwa..
dari jemari yang menuliskan ini.

lebih baik, pamitlah sejenak.
Lalu kembalilah..anime_face_rain.jpg
saat bismillah bertamu.

Lebih baik kesal yang membumi

untuk kemudian menjejak kembali
dengan ketenangan Quraani.
disini di rumah ini.
yang Lebih baik lagi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s