Kata yang Tiada Dusta.

Kata yang tiada dusta ialah maut.
Maut itu pintu untuk bertemu dengan Allah.
Berteman dengan maut (izrail) maka membuka pintu untuk menuju cinta utama. Allah swt.

Itulah sebab..saya tidak menyepakati “kematian itu menghantui”
sejatinya ia harus ‘diajak berteman’ dengan memahami. Memahami bahwa kematian adalah moment penting yang harus disambut dan dipersiapkan.

maut itu bisa memberi salam kapan saja. semoga diri husnul khatimah.
maut itu bukan milik orang yang sakit tapi juga orang sehat.
maut bukan disandangkan pada orang yang usianya sudah bertambah tapi untuk yang muda pun ia akan menyapa pun memaksa.

angin pagi ini mengabarkan dan mengingatkan akan kematian. begitu sunyi dan senyap keadaan sekitar, namun terasa kencang. angin pagi ini, begitu pasti menyentuh kulit.

membawa memori dan mengingatkan akan persiapan untuk menemui maut itu…

bagaimana nanti akhir hidup..
kuharap, kupahat dalam doa semoga diri husnul hatimah.
lalu perkamen muhasabah memori mulai tergelar…

seolah dapat tertulis sendiri dengan tinta memori dan ruh…
sudahkan hari ini baca Al Quraan..
sudahkah melaksanakan komitmen 1 Bulan hafal 1 juz Al Quraan..
sudahkah ini, sudahkah itu…
sampai detik ini sedang apa, sudah berkata dan bertindak apa…
sungguh sudah triliun kesalahan dan dosa terjadi…

haru…
haru bersama angin dan matahari pagi yang menjelang terik ini.
kata yang tak pernah berdusta bagiku yakni maut (kematian)
ia pasti. bahkan saat jemari menulis kalimat ini.
kepastian itu akan kutemui, sebentar lagi…
ya sebentar lagi…
sedang apa ia(izrail) melihatku saat ini…
aku tahu ia selalu memperhatikan dan mengawasi…
sungguh ia kata yang tiada dusta. ia pasti.

semoga keluarga, teman, kenalan, murid, guru…semuanya yang mengenal dan pernah bersapa.
dapat mengambil hikmah dan hujaman. lapang nan ikhlas.
tak ada duka yang menyayat. yang ada lisan yang senantiasa berdzikir. itulah kalian…
Insya Allah akan ada orang-orang baru yang akan mendampingi dan menggantikan dengan lebih baik lagi.

saat aku bersalaman dengan maut terlebih dahulu.
kutunggu dialamat surga, untuk kalian yang setiap langkahnya menyemat nama Allah.

***

~dalam ruang haru, saat tetes air tertahan dipelupuk mata, turut serta ‘menyaksikan’ peristiwa kematian Rasulullah.~ (buku) mati-hari-jumat

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s